Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Ingin Menulis Buku Tentang Wong Cilik
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bagi mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa ruang tahanan ternyata membawa hikmah tersendiri. Betapa tidak, selama menghuni sel tahanan Mapolda Bali dan Rutan Negara, mantan orang nomor satu di Jembrana ini telah memiliki dua bahan untuk nantinya dituliskan menjadi sebuah buku.
Selain itu, bagi Winasa tinggal di balik jeruji besi merupakan ujian kesetiaan yang sebenarnya.Berjubelnya simpatisan Winasa untuk mengunjunginya membuat petugas harus menggunakan sistem antrian. Setiap antrian diberikan waktu 15 menit untuk bersua dengan Winasa.
”Ujian kesetiaan itu ternyata saya dapatkan hikmahnya setelah ada di tahanan Polda dan Rutan Negara,” ujar Winasa.Saat menghuni sel tahanan Mapolda Bali, Winasa mengaku dikunjungi oleh seorang penjual bakso yang datang bersama keluarganya dengan menyewa mobil.
”Mereka yang datang kebanyakan orang-orang kecil yang bersyukur dengan program-program pendidikan gratis di Jembrana. Mungkin juga prihatin dengan musibah yang kami alami sehingga rela sampai menyewa mobil dan mengajak keluarganya ke Polda Bali,” katanya.
Saat di Rutan Negara, tambah Winasa, datang seorang pegawai bank swasta nasional mengunjunginya. ”Saya kira mau nagih utang,” selorohnya.Ternyata, pegawai bank tersebut menjadi bagian dari program beasiswa yang pernah dicanangkan Winasa selama menjabat Bupati Jembrana dua periode.
”Yang jenguk saya banyak sekali, ada penjual bakso, tukang bubur, PNS dan lainnya. Tapi kebanyakan wong cilik,” katanya.Menurut Winasa, rata-rata mereka yang mengunjunginya merasa prihatin atas persoalan yang sedang dihadapinya.
”Rakyat tidak mengerti politik, tidak pernah berkepentingan dengan kekuasaan, namun begitu setia dengan saya. Ini yang membuat saya bangga dengan masyarakat Jembrana. Ini juga yang membuat saya semangat untuk segera menuntaskan masalah yang kini saya hadapi,” tandasnya.
Bagi Winasa, cerita-cerita wong cilik yang mengunjunginya itu justru memancing ide kreatifnya untuk menuliskannya menjadi sebuah buku.”Saya sudah menulis bahan untuk dua buku, satunya berjudul argumentasi dan kesetiaan. Kedua-duanya saya tulis saat di sel Mapolda Bali dan Rutan Negara,” ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang