Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kumpulkan Tokoh, Polisi Berharap Nyepi Aman
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepolisian Polda Bali berharap, pada hari raya Nyepi yang jatuh pada tanggal 5 Maret berjalan aman dan lancar. Demikian terungkap pada saat pertemuan Waka Polda Bali Brigjen Pol Drs Komang Udayana dengan unsur keagamaan, pada Senin (28/02).
Rapat bersandi operasi Cipta Kondisi Agung 2011 (Cipkon Agung 2011) yang berlangsung di ruang rupatama dihadiri FKUB, MUI, Walubi, Parisada, PHDI, Bendesa, Kanwil Agama Propinsi Bali, Kesbang Linmas dan Kapolres se Bali.
Brigjen Komang Udayana selaku penanggung jawab Cipkon Agung 2011 mengungkapkan dalam rapat, bahwa pihaknya akan melibatkan 1200 personil kepolisian dan 600 personel Satgas kewilayahan. Cipkon Agung 2011 ini menurutnya akan berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 2 hingga 6 Maret.
Ada pun tujuan operasi, agar kedepannya bisa menjamin keamanan dan keselamatan bagi seluruh warga masyarakat yang melaksanakan Hari Raya Nyepi tahun Caka 1933 dan rangkaian kegiatan lainnya.
Menurutnya, rangkaian Hari Raya Nyepi akan diawali dari Melasti, dari tanggal 2-3 Maret nanti. Dimana, umat Hindu akan menuju pantai guna melaksanakan upacara penyucian sarana dan prasana. Selanjutnya, pada tanggal 4 Maret yakni Tawur Kesanga akan dimulai pada pukul 12.00 Wita. Sedangkan sore harinya sekitar pukul 18.00 Wita, akan diadakan pengerupukan dan malam harinya pawai ogoh ogoh.
Untuk 5 Maret yang sedianya hari Raya Nyepi umat Hindu akan melaksanakan catur berate penyepian yaitu, Amati Geni (tidak menghidupkan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amat Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak mendengarkan hiburan).
Dalam kesempatan tersebut Brigjen Komang Udayana menghimbau kepada peserta rakor untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian, guna mencegah permasalahan sekecil apapun yang akan terjadi. Namun, yang menjadi persoalan dan atensi kepolisian, jelasnya, adalah pada saat pawai ogoh-ogoh.
Sebab, biasanya anak muda memanfaatkan minuman keras sebelum mengusung ogoh ogoh, sehingga memicu keributan."Kami berharap kepada para pemuka agama, lembaga adat agar bisa mengantisifasi dan mengendalikan umatnya. Kepolisian berharap Hari Raya Nyepi berjalan aman dan lancar," tegasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan