Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
PHRI Bali: Deteksi Radiasi Nuklir Jangan Setengah Hati
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Rencana proses pemeriksaan paparan radiasi nuklir di Bandara Ngurah Rai yang dijadwalkan hingga Jumat besok dipertanyakan oleh Perhimpunan Hotel dan restauran Indonesia (PHRI) Bali.
[pilihan-redaksi]
PHRI Bali berharap proses pemeriksaan paparan radiasi nuklir di Bandara Ngurah Rai terhadap penumpang dan barang dari penerbangan langsung asal Jepang tidak dilakukan dengan setengah hati. PHRI Bali berharap pemeriksaan tetap dilakukan hingga isu radiasi tidak muncul lagi.
Sekretaris PHRI Bali Ferry Markus saat ditemui Beritabali.com di Renon, Kamis (24/3) menyatakan proses pemeriksaan radiasi harus dilakukan secara kontinyu, sebab jika tidak maka akan menimbulkan persepsi ketidakseriusan pemerintah. Kondisi ini juga akan berdampak pada pariwisata Bali.
"Harus kontinyu sampai, isu dari radiasi nuklir ini reda, kalau ini belum nanti kita akan kelihatan tidak serius, tidak fokus, bagaimana upaya kita untuk mencegah, karena ini pintu masuk wisatawan, barang atau orang," ujar Ferry Markus.
Ferry Markus menegaskan sebagai salah satu pintu masuk langsung wisatawan Jepang ke Bali, sudah seharusnya proses pemeriksaan radiasi tetap dilakukan di Bandara Ngurah Rai.Selain itu Pemeriksaan bukan hanya dilakukan pesawat dan penumpang yang berasal dari Jepang, tetapi juga pesawat dan penumpang yang melewati Jepang.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3431 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1114 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 516 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 483 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun