Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Seorang Bocah Tewas Karena Orangtua Teledor
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Nasib malang menimpa Mohamad Yusuf Akbar (2,5), seorang bocah asal kelurahan Loloan Timur, Jembrana. Akibat keteledoran orang tuanya, Ia ditemukan telah tewas tenggelam Minggu (26/3) pukul 08.00, di sebuah parit yang letaknya cukup jauh dari rumah korban.
[pilihan-redaksi]
Menurut keterangan Ahmad Robani (43) ayah korban, sebelum kejadian ia melihat anaknya sedang bermain di depan rumahnya sekitar pukul 07.30 wita.
Saat itu karena ia sakit, ia kemudian masuk kedalam kamar untuk beristirahat. Belum sempat memejamkan matanya,ia kemudian di bangunkan oleh istrinya puriningsih (40),yang menanyakan keberadaan anaknya.
Kemudian berselang 30 menit tubuh Yusuf Akbar ditemukan oleh warga setempat yang bernama Saidah, yang saat itu sedang melintas di pinggir parit. Kondisi saat ditemukan terlentang dengan memakai kaos dalam.
Menurut hasil pemeriksaan dokter Deni Wahyu Wiguna, Yusuf Akbar meninggal murni karena tenggelam, ini terbukti tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Hasil pemeriksaan medis kami, bahwa anak tersebut meninggal disebabkan karena tenggelam," jelasnya.
Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan akan dimakamkan hari ini juga di pemakaman setempat.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2944 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun