Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Dermaga Pelabuhan Tanah Ampo Harus Diperpanjang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bupati Karangasem Wayan Geredeg mengharapkan pemerintah pusat untuk menganggarkan dana pada APBN perubahan untuk memperpanjang ukuran dermaga pelabuhan kapal pesiar Tanah Ampo yang kini baru 154 meter.
[pilihan-redaksi]
"Saya berharap kepada pemerintah pusat untuk kembali mengganggarkan dana untuk memperpanjang ukuran dermaga Pelabuhan Tanah Ampo menjadi 308 meter, sehingga kapal-kapal pesiar berukuran besar bisa berlabuh di dermaga tersebut," kata Geredeg kepada Beritabali.com, di Kota Amlapura, Bali, Selasa (5/4).
Ia mengatakan, jika kondisi dermaga masih seperti sekarang, tentu kapal-kapal "turis" ukuran besar belum bisa bersandar di pelabuhan itu.
"Proyek dermaga tersebut adalah proyek pemerintah pusat, oleh karena itu kami berharap pembangunannya diselesaikan sampai tuntas, sehingga layak disinggahi oleh kapal dengan berbagai ukuran," kata Geredeg yang didampingi wakil Bupati Made Sukarena.
Dikatakan, Pelabuhan Tanah Ampo sangat diharapkan secepatnya selesai oleh perusahaan kapal pesiar yang ada di Miami Florida, AS. Sebab wisatawan pesiar telah siap akan mengunjungi Pulau Dewata.
"Ini saya dapatkan masukan saat melakukan promosi pariwisata kepada pemilik kapal pesiar di Miami baru-baru ini. Mereka sangat antusias akan datang ke Indonesia dan berlabuh di Pelabuhan Tanah Ampo," ucapnya.
Menurut Bupati Geredeg, pemilik perusahaan kapal pesiar di Miami mengungkapkan, dengan melihat pemandangan di sekitar Pelabuhan Tanah Ampo yang indah dan asri lewat tayangan video tersebut, sehingga mereka sangat tertarik mengunjungi objek wisata yang ada di Kabupaten Karangasem.
"Artinya wisatawan mancanegera, khususnya yang menggunakan kapal pesiar sangat mengharapkan pelabuhan pesiar yang berada di ujung timur Pulau Dewata segera rampung," katanya.
Dengan penyempurnaan pembangunan pelabuhan khusus kapal wisata di Tanah Ampo itu akan memberikan peluang melayani puluhan kapal pesiar dengan bobot 18.000 DWT dan ukuran panjang mencapai 220 meter.
Geredeg mengaku terus memperjuangkan agar pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang ukuran dermaga kapal pesiar Tanah Ampo hingga dua kali lipat dari yang ada sekarang.
"Apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika kunjungan kerja ke Kabupaten Karangasem mengatakan Pelabuhan Tanah Ampo akan dianggarkan dana untuk memperpanjang dermaga tersebut sehingga berstandar internasional," kata Geredeg.
Sebelumnya, Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Ngurah Wijaya, mengatakan, pelabuhan kapal pesiar yang dibangun di Bali terutama di Pelabuhan Tanah Ampo sama sekali belum memenuhi standar internasional.
Padahal, kata dia, jika pemerintah ingin membangun secara serius, maka potensi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan lewat laut sangat besar.
Ngurah Wijaya mengatakan, Indonesia tidak akan sulit untuk melobi para pengusaha kapal pesiar mewah karena jumlah pengusaha kapal pesiar di dunia cukup banyak.
"Para pengusaha kapal pesiar tersebut akan senang bila mereka menaruh kapalnya di Indonesia. Untuk itu, lahan, fasilitas atau infrastruktur lainnya harus disiapkan pemerintah terutama pelabuhan kapal pesiar bertaraf internasional," katanya.
Di tempat terpisah, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa, Iwan Sabatini mengatakan, dengan adanya Pelabuhan Pesiar Tanah Ampo, akan ada tempat alternatif untuk melego jangkar kapal tersebut.
Ditanya apakah tidak menjadi dermaga pesaing kapal pesiar yang selama ini ada di Benoa, Bali, Iwan Sabatini mengatakan, justru ini akan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.
"Wisatawan kapal pesiar kan sangat senang keliling laut. Bisa saja merapat dua hari di Tanah Ampo selanjutnya lego jangkar di Pelabuhan Benoa," kata mantan Kepala Humas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya itu.
Ia juga mengharapkan, pemerintah pusat untuk menyelesaikan pembangunan dermaga di Pelabuhan Tanah Ampo. Kalau pemerintah pusat tidak menyelesaikan pembangunan dermaga tersebut akan mubazir," katanya.
Padahal, kata dia, pemerintah pusat sudah mengeluarkan dana ratusan miliar rupiah. Ini juga akan menurunkan citra pemerintah pusat di mata internasional, karena wisatawan mancanegara sudah mengetahui di Bali akan berdiri dermaga kapal pesiar," katanya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang