Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Penerangan Jalan Direncanakan Pakai Solar Sel
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam upaya mewujudkan Bali sebagai green province atau provinsi hijau, Pemerintah provinsi Bali mempertimbangkan untuk menggunakan energi solar sel untuk lampu penerangan jalan. Rencana ini juga terkait tawaran dari beberapa investor yang peduli pada Bali.
[pilihan-redaksi]
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Dewa Putu Punia Asa pada keterangannya di Renon, Selasa (12/4) menyampaikan rencana penggunaan solar sel ini kini masih dalam tahap uji coba.
Selain itu pemerintah provinsi Bali juga masih dalam tahap penjajakan terhadap investor yang masuk dan menawarkan penggunaan solar sel.
"Para investor dari negara-negara lain yang peduli dengan Bali. Banyak dari Korea dari China, saya juga tidak hapal, kebetulan investornya langsung bertemu dengan pimpinan, tentu nanti kalau dia masuk di koordinir di Bapeda," ujar Dewa Putu Punia Asa.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Dewa Putu Punia Asa menambahkan menurut rencana sebagai uji coba awal terhadap penggunaan solar sel akan dilakukan di komplek perkantoran gubernur Bali.
Penggunaan solar sel ini diharapkan dapat menjadi energi alternatif ditengah krisis energi listrik di Bali.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun