Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pengembalian Aset Kasus Timtim Sulit Dilakukan
Beritabali.com, Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Program pengembalian asset warga Indonesia yang ditinggal di Timor Leste saat kerusuhan 1999 terganjal pada ketersediaan bukti. Akibat keterbatasan bukti-bukti berupa sertifikat dan surat-surat pendukung lainnya menyebabkan proses pengembalian asset tidak dapat dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Esthon L Foenay di sela-sela Forum Koordinasi dan Konsultasi Rencana Aksi Implementasi KKP RI-Timor Leste di Sanur, Kamis (16/6).
Menurut Esthon L Foenay, akan sangat sulit untuk meminta pengembalian asset, khususnya asset-aset pribadi. Apalagi selama ini cukup banyak asset pribadi yang tidak didukung dengan bukti-bukti kepemilikan.
Tapi ini, asset pribadi, karena kalau ini tidak ditangani secara serius dengan pembuktian data otentik, kalau ada tuntutan dari warga lain, ini akan panjang urusan. Kalau misalnya asset rumah, ada sertifikat, lokasinya dimana?, ujar Esthon L Foenay.
Esthon L Foenay menyebutkan untuk program pengembalian asset hingga saat ini menjadi kewenangan pemerintah pusat. Mengingat urusan asset menjadi urusan antar negara, walaupun untuk pengembalian asset milik pemerintah akan lebih mudah dalam pengurusannya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan