Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Tak Punya Nyali Tertibkan Kafé Ilegal
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Para bupati se-Bali dinilai tidak memiliki keberanian untuk melakukan penertiban terhadap café terutama café remang-remang yang ada di wilayahnya masing-masing. Padahal secara aturan hukum café-café tersebut seharusnya dibongkar karena tidak memiliki ijin apapun.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali Karyasa Adnyana menyatakan ketakutan para bupati untuk melakukan penertiban café selama ini semata-mata karena adanya tokoh masyarakat atau tokoh politik dibelakang operasional café remang-remang tersebut
“Sama sekali tidak mempunyai ijin kita sudah cek ke lapangan, cuma mereka tidak berani mengambil tindakan karena dianggap di back up oleh oknum-oknum tokoh desa adapt, tokoh politik , nah ini mereka takut nanti tidak dapat dukungan, kita sudah mendorong pemerintah daerah untuk melakukan ini, kalau tidak mampu untuk apa jadi bupati atau jadi gubernur” ujar Karyasa Adnyana.
Karyasa Adnyana berharap gubernur memanggil para bupati untuk mempertanyakan komitmenya melakukan penertiban termasuk komitmen dalam penanggulangan HIV/AIDS di Bali. Mengingat selama ini café sangat identik dengan prostitusi terselubung.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5903 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan