Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Bupati Tak Punya Nyali Tertibkan Kafé Ilegal
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Para bupati se-Bali dinilai tidak memiliki keberanian untuk melakukan penertiban terhadap café terutama café remang-remang yang ada di wilayahnya masing-masing. Padahal secara aturan hukum café-café tersebut seharusnya dibongkar karena tidak memiliki ijin apapun.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali Karyasa Adnyana menyatakan ketakutan para bupati untuk melakukan penertiban café selama ini semata-mata karena adanya tokoh masyarakat atau tokoh politik dibelakang operasional café remang-remang tersebut
“Sama sekali tidak mempunyai ijin kita sudah cek ke lapangan, cuma mereka tidak berani mengambil tindakan karena dianggap di back up oleh oknum-oknum tokoh desa adapt, tokoh politik , nah ini mereka takut nanti tidak dapat dukungan, kita sudah mendorong pemerintah daerah untuk melakukan ini, kalau tidak mampu untuk apa jadi bupati atau jadi gubernur” ujar Karyasa Adnyana.
Karyasa Adnyana berharap gubernur memanggil para bupati untuk mempertanyakan komitmenya melakukan penertiban termasuk komitmen dalam penanggulangan HIV/AIDS di Bali. Mengingat selama ini café sangat identik dengan prostitusi terselubung.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2330 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun