Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Dukung Program
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemilik jaringan outlet Pusat Oleh-Oleh Khas Bali 'Krisna', I Gusti Ngurah Anom, menyatakan mendukung program 'Bali Clean and Green' yang dicanangkan Pemerintah Propinsi Bali.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program 'Bali Clean and Green' ini, Secara rutin Anom mengerahkan para karyawannya untuk melakukan aksi bersih-bersih serta penghijauan di beberapa lokasi di Bali.
Lokasi yang menjadi sasaran bersih-bersih dan penghijauan antara lain obyek wisata Pura Ulundanu Beratan di kawasan Bedugul.
Di obyek wisata ini Anom mengerahkan ratusan orang karyawannya untuk membersihkan areal Pura Ulundanu Beratan. Selain melakukan aksi bersih-bersih di areal pura, juga diserahkan bantuan sejumlah tong sampah yang nantinya diletakkan tersebar di beberapa titik.
Puluhan tanaman penghijauan juga ditanam di dalam areal obyek wisata terutama di pinggiran Danau Beratan.
"Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan "Bali Clean and Green" terutama dalam menanggulangi masalah sampah. Semoga ini juga bisa dilakukan oleh komponen masyarakat Bali lainnya. Jika Bali tetap bersih dan hijau, wisatawan akan tetap datang ke Bali," ujar pria yang akrab dipanggil Ajik ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2952 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2018 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun