Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
De-urbanisasi Perlu Diterapkan di Bali
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali diminta untuk menerapkan kebijakan de-urbanisasi untuk menciptakan keseimbangan pembangunan antara kota dan desa di Bali. Namun kebijakan de-urbanisasi tersebut bukan berarti memberlakukan larangan masyarakat desa untuk berpindah ke kota, tetapi membangun desa dan menciptakan peluang pekerjaan di desa.
Ketua program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Murjana Yasa pada keterangannya di Renon, Selasa (2/8) menyatakan kebijakan de-urbanisasi dapat dilakukan dengan kebijakan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah di desa sehingga terbuka lapangan pekerjaan baru di desa. Konsep ini dapat dalam bentuk konsep ekonomi kerakyatan di desa
“Konsep ekonomi kerakyatan tidak hanya menumbuhkan UMKM-UMKM yang ada di desa, tetapi bagaimana melink-kan antara UMKM satu dengan yang lain. Dan itu saling membutuhkan, katakanlah satu contoh kita memiliki di masing-masing desa itu LPD, sebagai lembaga pembiayaan, ketika UMKM tumbuh di sekitar itu, harusnya bisa memanfaatkan jasa LPD,” papar Mtjana Yasa.
Murjana Yasa menyebutkan akibat tingginya urbanisasi selama ini menyebabkan pertumbuhan penduduk di kota-kota di Bali cukup tinggi. Selain itu tingkat pengangguran dan kemiskinan di kota-kota di Bali jauh lebih tinggi dibandingkan desa.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang