Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Komang Valentina, Balita Cacat Butuh Bantuan
beritabali.com, Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Komang Medita Valentina (1,5 tahun), warga Desa Batu Agung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, yang menderita cacat, butuh bantuan.Bantuan yang sebelumnya diterima dari Kementerian Sosial RI, sudah tidak diterima dalam sembilan bulan terakhir.
Menurut orang tua angkat Komang Valentina, Darmayanti dan Nengah Armadi, Valentina mengalami cacat sejak lahir yaitu mempunyai bentuk pantat bengkok sehingga susah untuk menggerakkan badan.
Selain itu, bocah malang ini juga tidak memiliki tempurung kaki, tidak memiliki siku serta ruas jari. Dengan kondisi tersebut, Valentina mengalami kelumpuhan total dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.
"Sudah sejak 9 bulan terakhir bantuan dari Kementerian Sosial RI berupa biaya Rp 300 ribu per bulan tidak kami terima. Tahun lalu secara rutin Valentina mendapat santunan Rp 300 ribu per bulan yang ia terima setiap tiga bulan sekali dengan sistem rapelan. Terakhir kami menerima santunan itu bulan November lalu," jelas Darmayanti.
Pendamping penyandang cacat Kecamatan Jembrana yang juga Kaur di Desa Batu Agung, Ida Ayu Komang Parwati, menyatakan dana santunan itu sebenarnya sudah ada namun terkendala kesepakatan dengan pihak PT Pos, terkait biaya operasional untuk tenaga yang mengantarkan dana itu ke penyandang cacat.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 295 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 221 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 184 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun