Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bali, Pedofilia, dan Wisata Seks Anak
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Suryani Institut melaporkan bahwa pelaku Pedofilia telah menjadikan Bali sebagai salah satu daerah tujuan destinasi seksual terhadap anak. Data tersebut diperkuat dengan adanya kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh wisatawan. Namun sayang data yang terungkap baru sebagian kecil.
Pendiri Suryani Institute L.K. Suryani ketika ditemui beritabali.com di Kuta belum lama berselang mengungkapkan bukti lain yang menunjukkan Bali sebagai
destinasi seksual terhadap anak ditunjukkan dengan adanya pertukaran informasi antar para pedofilia yang menyebutkan Bali sebagai tempat yang menjanjikan.
“Tourism di Bali akan menjadi sexual tourism. Dulu mengapa kami memerangi pedofil, karena kami menerima e-mail dari beberapa teman yang mengcopy e-mail dari kaum pedofil yang isinya : silakan datang ke Bali (untuk seks pedofilia), hukum di Indonesia bisa dibeli, yang penting bawa duit,” papar L.K. Suryani
Suryani menyebutkan maraknya vila dan café menjadi salah satu pendukung bagi kegiatan para pedofilia dalam melancarkan aksinya di Bali. Apalagi cukup banyak yang berada di daerah-daerah terpencil dan jarang mendapatkan pengawasan dari petugas. (mlt)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun