Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Warga Denpasar Dilarang Bunyikan Mercon
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Madya Desa Pakraman Kota Denpasar secara tegas melarang warga membunyikan mercon dan bunyi-bunyian ledakan lainnya. Larangan ini untuk menyikapi semakin maraknya masyarakat yang menghidupkan mercon dan bunyi-bunyian ledakan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Larangan itu merupakan hasil kesepakan 'paruman' atau rapat Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar dengan Jro Bendesa Desa Pakraman se Kota Denpasar, Parum Pecalang dan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait.
Rumusan hasil 'paruman' tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar, I Made Karim kepada Wali Kota IB. Rai Dharmawijaya Mantra di ruang kerjanya, Selasa (13/12/2011).
Keputusan pelarangan ini dilakukan setelah Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar melihat sejumlah kasus sebelumnya akibat bahaya mercon dan sejenisnya. Diantara kasus tersebut terjadinya musibah kebakaran yang menimpa atap bale panjang Pura Bale Agung, Renon gara-gara mercon yang dihidupkan warga setempat.
Selain itu, saat pergantian tahun pada acara melepas matahari beberapa tahun silam letusan kembang api yang diharapkan memberikan hiburan kepada masyarakat berubah menjadi bencana. Sejumlah warga ada yang terpaksa harus dibawa ke rumah sakit kerana sebagian anggota tubuhnya melepuh akibat terkena kembang api.
"Kondisi inilah yang mendorong Desa Pakraman bersama perangkat adat lainnya sepakat mengambil keputusan ini untuk melarang warga menghidupkan mercon dan sejenisnya,"ujar Ketua Majelis Desa Pakraman Kota Denpasar, I Made Karim.
Melihat banyaknya warga yang tetap membunyikan mercon dan sejenisnya I Made Karim menyerahkan kepada masing-masing Desa Pakraman untuk menertibkan, berkoordinasi dengan instansi terkait. Keputusan ini diambil menurut Made Karim untuk menciptakan keamanan, kenyamanan dan kedamaian Kota Denpasar.
Sementara itu Made Mudra , Ketua Parum Pecalang Kota Denpasar di tempat terpisah menyatakan dukungannya atas keputusan pelarangan membunyikan mercon dan sejenisnya. Dia menilai keputusan ini sangat positif untuk menyadarkan masyarakat secara preventif.
“Jangan sampai musibah kebakaran atap bale panjang Pura Bale Agung, akibat mercon yang menghebohkan masyarakat Renon beberapa hari lalu sampai kembali terulang,” pungkas Made Mudra. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang