Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Warga Denpasar Dilarang Bunyikan Mercon
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Madya Desa Pakraman Kota Denpasar secara tegas melarang warga membunyikan mercon dan bunyi-bunyian ledakan lainnya. Larangan ini untuk menyikapi semakin maraknya masyarakat yang menghidupkan mercon dan bunyi-bunyian ledakan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Larangan itu merupakan hasil kesepakan 'paruman' atau rapat Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar dengan Jro Bendesa Desa Pakraman se Kota Denpasar, Parum Pecalang dan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait.
Rumusan hasil 'paruman' tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar, I Made Karim kepada Wali Kota IB. Rai Dharmawijaya Mantra di ruang kerjanya, Selasa (13/12/2011).
Keputusan pelarangan ini dilakukan setelah Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar melihat sejumlah kasus sebelumnya akibat bahaya mercon dan sejenisnya. Diantara kasus tersebut terjadinya musibah kebakaran yang menimpa atap bale panjang Pura Bale Agung, Renon gara-gara mercon yang dihidupkan warga setempat.
Selain itu, saat pergantian tahun pada acara melepas matahari beberapa tahun silam letusan kembang api yang diharapkan memberikan hiburan kepada masyarakat berubah menjadi bencana. Sejumlah warga ada yang terpaksa harus dibawa ke rumah sakit kerana sebagian anggota tubuhnya melepuh akibat terkena kembang api.
"Kondisi inilah yang mendorong Desa Pakraman bersama perangkat adat lainnya sepakat mengambil keputusan ini untuk melarang warga menghidupkan mercon dan sejenisnya,"ujar Ketua Majelis Desa Pakraman Kota Denpasar, I Made Karim.
Melihat banyaknya warga yang tetap membunyikan mercon dan sejenisnya I Made Karim menyerahkan kepada masing-masing Desa Pakraman untuk menertibkan, berkoordinasi dengan instansi terkait. Keputusan ini diambil menurut Made Karim untuk menciptakan keamanan, kenyamanan dan kedamaian Kota Denpasar.
Sementara itu Made Mudra , Ketua Parum Pecalang Kota Denpasar di tempat terpisah menyatakan dukungannya atas keputusan pelarangan membunyikan mercon dan sejenisnya. Dia menilai keputusan ini sangat positif untuk menyadarkan masyarakat secara preventif.
“Jangan sampai musibah kebakaran atap bale panjang Pura Bale Agung, akibat mercon yang menghebohkan masyarakat Renon beberapa hari lalu sampai kembali terulang,” pungkas Made Mudra. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan