Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
BMKG : Pengelola Wisata Bahari Waspada Siklon Tropis
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pengelola wisata bahari di Bali diminta untuk mewaspadai terjadinya siklon tropis di perairan Bali.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar Wayan Suardana saat ditemui beritabali.com di Denpasar, Selasa (20/12/2011) menyebutkan, siklon tropis tersebut terjadi karena terjadinya tekanan udara yang sangat rendah di perairan selatan Bali. Kemunculan sikon tropis (tropical cyclone) tersebut akan disertai dengan angin yang cukup kencang dengan kecepatan mencapai 60 kilometer per jam.
"Kecepatan angin yang cukup tinggi akan menyebabkan kemunculan gelombang laut di perairan Bali yang ketinggianya dapat mencapai 5 meter,"jelasnya.
Dampak dari siklon tropis ini antara lain angin yang sangat kencang, terjadinya pusaran-pusaran air di laut dan gelombang yang cukup tinggi.
"Ini membahayakan pelayaran, sangat mengganggu dan membahayakan, tinggi gelombang bisa lima meter,” papar Wayan Suardana.
Suardana menyampaikan fenomena siklon tropis kemungkinan akan terjadi mulai akhir bulan Desember hingga awal Februari 2012. Suardana berharap para nelayan juga waspada dan tidak melaut jika terjadi siklon tropis. (mlt)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan