Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Bali Minta Pemandu Wisata Liar Dipidanakan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali untuk langsung menangkap dan mempidanakan pramuwisata atau pemandu wisata liar yang sering beroperasi tanpa ijin di Bali. Apalagi selama ini pemandu wisata liar telah merusak citra pariwisata Bali karena sering sekali memeras wisatawan.
Menurut Pastika, sudah saatnya tindakan tegas terhadap pemandu wisata liar, belum lagi pemandu wisata liar memberikan informasi yang sesat kepada wisatawan, karena pemandu wisata liar cenderung tidak mengerti norma dan nilai kearifan lokal. Pastika menegaskan bukan jamanya lagi melakukan pembinaan, tapi saatnya mengambil tindakan tegas.
“Tidak perlu dibina lagi, tangkap dan pidanakan, atau usir kan jelas, kalau pendekatan saya selalu begitu, cuma pelaksanaanya tidak mudah di bawah, kayaknya harus saya turun tangan sendiri, dari dulu sekali saya berkepentingan dengan itu,” jelas Made Mangku Pastika. Pastika mengungkapkan jika tidak ada tindakan tegas maka dikhawatirkan akan semakin marak praktek pemandu wisata liar. Kondisi ini akan semakin menghancurkan citra pariwisata Bali yang telah rusak.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2955 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun