Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bali Berada di Jalur Cincin Api Pasifik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski gempa Sumatera tidak berdampak langsung ke Bali, namun warga yang tinggal di Bali diminta agar tetap waspada. Seperti daerah lainnya di Indonesia, Bali berada dalam jalur 'The Pasific Ring of Fire' atau Cincin Api Pasifik. Potensi terjadinya gempa di Bali masih cukup tinggi.
"Pulau Bali bersama pulau lainnya di Indonesia mulai NTT hingga Sumatera berada di atas pertemuan dua lempeng bumi yakni Lempeng Samudera Indo Australia dan lempeng benua Euroasia. Kedua lempeng ini terus saling bergesekan sehingga berpotensi menimbulkan gempa bumi atau gunung meletus,"jelas petugas BMKG III Denpasar Made Suprajaya, belum lama ini.
Lempeng samudera Indo Australia, kata Made, bergerak dari arah selatan ke utara. Sementara lempeng benua Euroasia bergerak sebaliknya dari utara ke selatan. Kedua lempeng ini sudah bertemu dan saling bergesekan. Lempeng samudera Indo Australia yang lebih aktif menyusup masuk ke lempeng Euro Asia. Dari hasil penelitian, lempeng samudera ini bergerak 7 milimeter per tahun, jelas Made.
Selain rawan bencana gempa bumi, daerah-daerah yang berada di sepanjang jalur ini juga rawan bencana gunung berapi. "Selain Bali, daerah lain yang rawan bencana serupa mulai wilayah di NTT, Sumatera, hingga daerah yang ada di perairan Andaman seperti Maladewa. Gempa bumi tidak bisa diprediksi, oleh karena itu warga agar tetap waspada," ujarnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2930 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun