Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Waspada Flubur, 230 Ayam Tajen Dimusnahkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebanyak 230 ayam tajen atau ayam aduan hari ini dimusnahkan di areal pasar burung Satria Denpasar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya wabah flu burung di Bali, yang telah menewaskan seorang bocah usia 8 tahun asal Kintamani Bangli.
"Pemusnahan terbatas ratusan ekor ayam ini dilakukan untuk memotong siklus rantai penyebaran virus H5N1," jelas Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Provinsi Bali Drh wayan sukanadi, Kamis (26/4/2012).
Pemusnahan ratusan ekor ayam ini dilakukan karena sebelumnya ada laporan seorang warga di jalan Imam Bonjol Denpasar. Warga ini melaporkan ayam yang dibelinya di pasar Burung Satria mati mendadak.
"Setelah dilakukan rapid tes atau pemeriksaan cepat ayam tersebut dinyatakan positif terjangkit flu burung,"ujar Wayan. Ratusan ayam aduan yang dimusnahkan di Pasar burung Satria Denpasar ini berasal dari Probolinggo dan Jember, Jawa Timur. Sebelum dibakar dan dikubur, ratusan ayam tersebut sebelumnya disuntik mati.
Pada tahun 2012 di Bali tercatat sudah ada dua warga yang menjadi korban terjangkit virus H5N1. Pada bulan Februari lalu, salah seorang warga asal Tabanan meregang nyawa. Menyusul pada Selasa (24/4/2012) lalu, seorang bocah asal Kecamatan Kintamani Bangli juga tewas diserang virus flu burung.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6823 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3516 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan