Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




SKI : Pemerintah Gagal Jaga Toleransi di Indonesia

Rabu, 23 Mei 2012, 19:16 WITA Follow
Beritabali.com

google.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Sunda Kecil Institute (SKI) menilai pemerintah gagal dalam menjaga toleransi berbangsa dan bernegara. Buktinya cukup banyak terjadinya kasus-kasus bentrok antar umat beragama dan antar suku/ras yang terjadi di Indonesia.

Dewan Pembina Institut Sunda Kecil Nyoman Mardika menyebutkan bukti kegagalan negara dalam menjaga toleransi dapat dilihat dari munculnya kelompok-kelompok tertentu yang mengatasnamakan kelompok mayoritas atau minoritas dari agama atau suku tertentu.

Kondisi ini terjadi karena tingginya sikap fanatisme dan egoisme terhada agama dan kesukuan, padahal sikap tersebut merupakan sikap inkonsistensi terhadap Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Tetapi dalam implementasinya tidak konsisten di dalam kehidupan bernegara itu, kembali mereka melakukan fanatisme terhadap kelompoknya masing-masing,masak orang mendirikan tempat ibadah susah, masak orang bersembahyang susah sekali, sampai dilarang-larang oleh kelompok lain dan ini harusnya peran negara yang harus berbuat tetapi negara tidak berbuat apa-apa, ini menjadi ironis bagi kita,” ujar Nyoman Mardika.

Mardika menegaskan pemerintah sebenarnya telah melakukan pelanggaran hak azasi karena melakukan pembiaran terhadap pelanggaran terhadap toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pembiaran dapat terlihat dari tidak adanya ketegasan aparat penegak hukum dalam menindak pelaku-pelaku bentrok atau penyerangan terhadap kelompok agama atau suku tertentu. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami