Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Afrika Pasar Potensial Ekspor Kerajinan Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kawasan Afrika kini dinilai menjadi pasar potensial bagi ekspor kerajinan Bali. Apalagi ditengah melemahnya ekspor kerajinan Bali ke negara-negara Amerika dan Eropa yang saat ini mengalami krisis ekonomi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Asia-Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Ratu Silvy Gayatri menyatakan negara-negara kawasan Afrika selama ini belum tergarap dengan optimal, padahal Afrika merupakan pasar potensial yang cukup menjanjikan.
Apalagi saat ini ditengah melemahnya pasar ekspor Amerika dan Eropa, sudah saatnya Indonesia melakukan disertifikasi pasar ekspor.
“Afrika merupakan pasar non tradisional yang potensinya harus terus digali, semua produk, consumer good misalkan, sudah ada beberapa perusahan kita yang invest di sana melakukan kontak kerjasama atau bisnis dengan mereka, sebelumnya kita juga sudah punya bisnis dengan mereka contohnya dalam pembangunan konstruksi,” papar Ratu Silvy Gayatri.
Gayatri menyebutkan pasar ekspor Afrika sangat mungkin dikembangkan, mengingat saat ini beberapa negara di wilayah tersebut pertumbuhan ekonominya cukup bagus seperti negara Ethopia, Nigeria, Afrika Selatan, dan Ghana yang rata-rata diatas 6,8 persen.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun