Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Masyarakat Desa Pemuteran Buleleng Siapkan Awig-Awig Pesisir
BERITABALI.COM, BULELENG.
Masyarakat desa Pemuteran Buleleng Bali menyiapkan awig-awig atau aturan adat untuk melindungi dan mengelola wilayah pesisir.
Awig-awig tersebut nantinya akan memuat aturan tentang pemanfaatan wilayah laut dan tata ruang wilayah pesisir sebagai upaya mewujudkan pembangunan wilayah pesisir berkelanjutan. Tokoh Masyarakat Desa Pemuteran Wayan Siram menyatakan, awig-awig pesisir dibuat sebagai upaya mewujudkan wilayah konservasi.
Apalagi upaya pengelolaan terumbu karang di Pemuteran pengelolaan terumbu karang yang dilakukan masyarakat Pemuteran bersama Yayasan Karang Lestari telah mendapatkan 2 penghargaan dari Badan Program Pembangunan PBB (UNDP).
Penghargaan tersebut yaitu The Equator Price 2012 terkait dengan program pelestarian terumbu karang berbasis masyarakat dan penghargaan khusus UNDP terkait daerah pengelolaan laut dan terumbu karang.
“Memang aturan di desa pekraman (adat) dianggap dekat sekali dengan dirinya, jadi kalau aturan pemerintah gampang sekali kalau dia mau sembunyi-sembunyi sedikit bisa tapi kalau desa pekraman sulit karena kita ada di lingkungan disini makanya lebih taat dengan aturan adat,” kata Wayan Siram.
Wayan Siram menambahkan, masyarakat Pemuteran kini sudah merasakan dampak positif dari pengelolaan terumbu karang dan pembangunan pesisir yang berkelanjutan. Apalagi kawasan pesisir Pemuteran kini ramai dikunjungi wisatawan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2315 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1076 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 474 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 385 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun