Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Pengerajin Atap Buyuk Masih Eksis
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jika musim penghujan tiba, para pengrajin atap di Jembrana terutama atap dari daun buyuk mulai ketiban rejeki. Bisnis ini beberapa waktu lalu sempat dikeluhkan beberapa pengrajin lokal lantaran sepi pesanan. Kini setelah Jembrana diguyur hujan sehari, beberapa pengrajin atap mulai kebanjiran rejeki.
Pesanan atap mulai banyak, bukan saja datang dari pemesan lokal juga ada beberapa pemesan dari Denpasar. Harganyapun mengalami kenaikan, dari sebelumya Rp 2500 perlebar untuk panjang atap tiga meter kini menjadi Rp 4 ribu perlembar.
Bertempat di sentral produksi atap buyuk di Desa Sangkar Agung, Jembrana, Kamis (19/7) beberapa pengrajin atap buyuk yang kebanyakan dilakukan oleh kelompok ibu-ibu rumah tangga rame pemesan. Satu hari kemarin sedikitnya 500 lembar lebih atap yang dibuat kelompok ibu-ibu tersebut terjual.
“Sekarang sudah mulai rame pesanan atap, mungkin karena sudah mulai musim hujan,” terang Ni Luh Sumarti (50) ketua kelompok ibu-ibu pengrajin atap Desa Sangkar Agung.
Menurutnya diperkirakan puncak ramenya pesanan atap saat mendekati hari Kemerdekaan RI mendatang. “ Biasanya, menjelang 17 Agustus kami di banjiri pesanan, sampai-sampai kami tidak mampu melayani karena keterbatasan bahan,” imbuh Sumarti.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli