Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pengerajin Atap Buyuk Masih Eksis
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jika musim penghujan tiba, para pengrajin atap di Jembrana terutama atap dari daun buyuk mulai ketiban rejeki. Bisnis ini beberapa waktu lalu sempat dikeluhkan beberapa pengrajin lokal lantaran sepi pesanan. Kini setelah Jembrana diguyur hujan sehari, beberapa pengrajin atap mulai kebanjiran rejeki.
Pesanan atap mulai banyak, bukan saja datang dari pemesan lokal juga ada beberapa pemesan dari Denpasar. Harganyapun mengalami kenaikan, dari sebelumya Rp 2500 perlebar untuk panjang atap tiga meter kini menjadi Rp 4 ribu perlembar.
Bertempat di sentral produksi atap buyuk di Desa Sangkar Agung, Jembrana, Kamis (19/7) beberapa pengrajin atap buyuk yang kebanyakan dilakukan oleh kelompok ibu-ibu rumah tangga rame pemesan. Satu hari kemarin sedikitnya 500 lembar lebih atap yang dibuat kelompok ibu-ibu tersebut terjual.
“Sekarang sudah mulai rame pesanan atap, mungkin karena sudah mulai musim hujan,” terang Ni Luh Sumarti (50) ketua kelompok ibu-ibu pengrajin atap Desa Sangkar Agung.
Menurutnya diperkirakan puncak ramenya pesanan atap saat mendekati hari Kemerdekaan RI mendatang. “ Biasanya, menjelang 17 Agustus kami di banjiri pesanan, sampai-sampai kami tidak mampu melayani karena keterbatasan bahan,” imbuh Sumarti.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2638 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan