Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pengerajin Atap Buyuk Masih Eksis
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jika musim penghujan tiba, para pengrajin atap di Jembrana terutama atap dari daun buyuk mulai ketiban rejeki. Bisnis ini beberapa waktu lalu sempat dikeluhkan beberapa pengrajin lokal lantaran sepi pesanan. Kini setelah Jembrana diguyur hujan sehari, beberapa pengrajin atap mulai kebanjiran rejeki.
Pesanan atap mulai banyak, bukan saja datang dari pemesan lokal juga ada beberapa pemesan dari Denpasar. Harganyapun mengalami kenaikan, dari sebelumya Rp 2500 perlebar untuk panjang atap tiga meter kini menjadi Rp 4 ribu perlembar.
Bertempat di sentral produksi atap buyuk di Desa Sangkar Agung, Jembrana, Kamis (19/7) beberapa pengrajin atap buyuk yang kebanyakan dilakukan oleh kelompok ibu-ibu rumah tangga rame pemesan. Satu hari kemarin sedikitnya 500 lembar lebih atap yang dibuat kelompok ibu-ibu tersebut terjual.
“Sekarang sudah mulai rame pesanan atap, mungkin karena sudah mulai musim hujan,” terang Ni Luh Sumarti (50) ketua kelompok ibu-ibu pengrajin atap Desa Sangkar Agung.
Menurutnya diperkirakan puncak ramenya pesanan atap saat mendekati hari Kemerdekaan RI mendatang. “ Biasanya, menjelang 17 Agustus kami di banjiri pesanan, sampai-sampai kami tidak mampu melayani karena keterbatasan bahan,” imbuh Sumarti.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3324 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan