Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




DPRD dan Walhi Minta Pembangunan Proyek Tol JDP Dievaluasi

Selasa, 31 Juli 2012, 22:14 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com/Ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

DPRD Bali meminta pelaksana proyek jalan di atas perairan (JDP) melakukan evaluasi kembali terhadap pelaksanaan proyek terutama terkait pengurugan/penimbunan kawasan laut untuk pemasangan tiang pancang JDP.

DPRD Bali menilai pengurugan yang dilakukan terkait pemasangan tiang pancang proyek JDP yang menghubungkan Benoa-Bandara Ngurah Rai dan Nusa Dua telah keluar dari kesepakatan awal dan telah menyebabkan pencemaran terhadap ekosistem laut.

Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Gusti Made Suryanta Putra menyatakan pelaksana proyek harus segera menghentikan pengurugan di kawasan laut karena kegiatan tersebut telah melanggar kesepakatan. Pengurugan tersebut juga rawan menyebabkan abrasi pantai di pantai-pantai terdekat akibat perubahan pola arus laut.

“ Jangan sampai ada pengurugan yang dipasang di tengah-tengah laut kita, karena itu akan berdampak pada arus yang mengambil keluar masuknya air yang akan berdampak pada pencemaran lingkungan” jelas Suryanta Putra.

Sementara Wahana lingkungan hidup Indonesia (Walhi) mendesak pelaksana proyek pembangunan jalan tol di atas perairan (JDP) yang menghubungkan Benoa-Bandara Ngurah Rai dan Nusa Dua dihentikan untuk sementara. Penghentian tersebut bertujuan untuk melakukan audit lingkungan terhadap pengerjaan proyek JDP. Sebab berdasarkan pemantauan Walhi Bali telah terjadi pencemaran akibat pengurugan/penimbunan di wilayah laut untuk kepentingan pemasangan tiang pancang peyangga JDP.

 

 

Deputi Direktur Walhi Bali Suryadi Darmoko menyatakan pengurugan/penimbunan di laut yang dilakukan pelaksana proyek untuk pemasangan tiang pancang telah menyimpang dari kesepakatan. Belum lagi penimbunan dengan batu kapur di sekitar proyek telah menyebabkan pencemaran terhadap ekosistem laut. 

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/mul



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami