Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bali Revitalisasi Metode Pembelajaran Pramuka
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah provinsi Bali melakukan revitalisasi terhadap metode pembelajaran pramuka. Revitalisasi ini sebagai usaha untuk meningkatkan minat pelajar di Bali untuk terlibat dalam kegiatan kepramukaan, menyusul menurunya minat pelajar terhadap kegiatan pramuka di sekolah-sekolah di Bali.
Ketua Gerakan Pramuka Kwarda Bali Ketut Wija menyatakan revitalisasi akan lebih di fokuskan pada pengembangan metode pembelajaran dan kegiatan-kegiatan kepramukaan. Sebab selama ini pembelajaran dan kegiatan kepramukaan terkesan monoton.
“terkesan kuno, katrok , kurang modern, ini yang kita revitalisasi, apanya yang direvitalisasi, metodenya, kegiatanya, jadi jangan mengutamakan kegiatan kepramukaan yang seperti dulu, tetapi jadikan wadah kepramukaan ini sebagai pembentuk kepribadian, tetapi isi kegiatan dengan kegiatan modern , misalnya kemah satu minggu, disitu ada penyuluhan narkoba, disitu ada lomba IT,” papar Ketut Wija.
Wija menegaskan kegiatan pramuka pada dasarnya adalah kegiatan pendidikan karakter bagi pelajar. Melalui kegiatan pramuka pelajar dididik untuk menjadi pribadi yang disiplin, tangguh dan memiliki budi pekerti yang baik.Apalagi pendidikanya selama ini berbasis alam terbuka.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2947 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun