Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Disdik Bali Diminta Evaluasi Biaya Sekolah Swasta Internasional
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Bali meminta agar Dinas Pendidikan Bali melakukan evaluasi terhadap biaya pendidikan terutama pada sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional di Bali. Berdasarkan laporan pengaduan yang masuk ke LPK Bali, beberapa sekolah swasta bertaraf internasional melakukan pemungutan biaya pendidikan yang tidak jelas peruntukannya.
Ketua LPK Bali Putu Armaya menyatakan selain tidak jelas tujuan pengumpulan dana yang dilakukan sekolah, juga sekolah tidak transparan dalam pengelolaan dana. Selain itu biaya yang dipungut sekolah per-siswa jumlahnya juga cukup besar yaitu puluhan juta rupiah.
“Ada yang dipungut biaya sampai 18 juta, ada yang dipungut 25 juta , pihak orang tua ini bertanya-tanya dengan biaya yang begitu besar, nanti jangan-jangan ada pungutan lain lagi, di satu sisi tidak ada transparansi seperti pengeluaran kwitansi dan tidak ada informasi awal yang diberikan pihak sekolah,” ujar Putu Armaya.
Putu Armaya mengakui kini sedang melakukan konfirmasi ke sekolah-sekolah terkait penggunaan dana tersebut. Apalagi selama ini pihak sekolah hanya menyatakan pungutan tersebut merupakan bentuk investasi pendidikan.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun