Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Rambut Siwi Perlu Pementasan Seni
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kunjungan wisatawan asing ke objek wisata Rambut Siwi, yang terletak di Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, berdasarkan data dari pengelola wisata setempat setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Namun peningkatan yang terjadi tidak terlalu segnifikan, bahkan terkesan merangkak. Hal ini disebabkan kurang gencarnya promosi terhadap obyek wisata Rambut Siwi. Kunjungan wisata masih didominasi oleh wisatawan lokal yang melakukan persembahyangan setiap hari-hari suci seperti Purnama dan Tilem.
Untuk meningkatkan kunjungan wisata ke objek wisata Rambut Siwi terutama wisatawan manca negara, beberapa masyarakat setempat termasuk pihak pengempon dan pengelola wisata menghendaki di sekitar areal Rambut Siwi diagendakan pentas seni Bali setiap tahunnya. Jika perlu menurut masyarakat setiap hari Purnama dan Tilem di kawasan tersebut ditampilkan beberapa jenis kesenian Bali, misalnya Jegog atau kesenian lainnya.
“ Jika pentas seni telah menjadi agenda tetap di Rambut Siwi, wisatawan asing pasti banyak yang datang karena mereka telah tahu jadwal setiap hari tertentu ada pentas seni,” terang Dewa Gde Darmika Wibawa (44) warga setempat saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. Menurutnya Rambut Siwi mwmpunyai potensi pariwisata yang sangat baik jika dikembangkan dan diimbangi dengan promosi yang gencar. “ Danghyang Nirarta saja mampu melihat bahwa tempat tersebut penuh dengan sinar suci yang indah, kenapa kita di jaman moderent ini tidak mampu melihat potensi dari Rambut Siwi,” imbuhnya.
Pernyataan senada juga dilontarkan Gede Miasa, pengelola wisata Rambut Siwi. Menurutnya setiap tahunnya kunjungan wisata asing di kawasan tersebut memang mengalami peningkatan, namun tidak terlalu segnifikan. Biasanya kunjungan wisata terbanyak terjadi setiap bulan Agustus. Disamping itu kurangnya kunjungan wisata ke Rambut siwi karena kurangnya promosi dari pihak pemerintah dan tidak ada rambu-rambu petunjuk lokasi terutama dari arah timur serta kurangnya obyek penyanding di kawasan tersebut.
Menanggapi keinginan masyarakat untuk mengagendakan pentas seni di kawasan tersebut, dirinya mengaku sangat setuju karena hal tersebut dapat mingkatkan kunjungan wisata terutama wisatawan asing. “ Tapi hendaknya pentas seni tersebut di tempatkan di area parkir Rambut Siwi karena tempatnya luas,” terangnya.
Demikian halnya dengan Dewa Putu Gama, warga setempat yang juga menjabat sebagai wakil Kelian Adat Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, saat dikonfirmasi, dirinya mengharapkan pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata Jembrana bisa meagendakan pentas seni dikawasan tersebut. Dengan demikian pihak tamu asing akan mengetahui bahwa di Rambut Siwi ada pentas seni tiap hari-hari tertentu.
“ Bila Perlu pentas Wayang Cenk Blong yang akan di gelar beberapa hari lagi, tempatnya dipindahkan, jangan di tempatkan di lapangan Desa Yehembang, tapi lebih baik di areal parkir Rambut Siwi,” terang Gama. Sementara itu Kabid Pariwisata Kabupaten Jembrana, Gede Yasa Arimbawa saat dikonfirmasi menyambut baik keinginan masyarakat dan pihak pengempon pura. Pihaknya siap akan mendukung keinginan masyarakat setempat termasuk siap mencarikan sekaa-sekaa kesenian yang ada di Jembrana.
“ Bila perlu kita juga akan siap menyuntik dananya. Tentunya jika ini terselenggara harus ada kerja sama dan saling memiliki dari masyarakat dan pengempon pura,” terangnya. Sebenarnya menurut Yasa Arimbawa, pihaknya telah gencar mempromosikan kawasan Rambut Siwi sampai ke manca negara melalui brosur dan internet.
Dan akan lebih baik jika di kawasan tersebut diagendakan pentas seni secara rutin. Untuk langkah ini, pihaknya akan segera mengadakan rembuk dengan pihak pengempon maupun masyarakat terkait pelaksanaannya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3864 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1819 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang