Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Makin Parah, Abrasi Pantai Bali Perlu Penanganan Serius
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Ketut Artika menegaskan, hingga kini persoalan abrasi di sepanjang Pantai Bali menjadi persoalan yang mendapat perhatian serius. Meski abrasi merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai Bali Nusa Penida, namun Artika mengaku instansinya ikut terlibat dalam penanggulangan abrasi Pantai Bali.
Meski penanggulangan abrasi sudah dilakukan, namun Artika mengakui jika penanganan secara simultan belum mampu menjamah kerusakan Pantai Bali akibat abrasi secara keseluruhan. “Kalau secara simultan memang belum mengcover keseluruhan. Tetapi kami tetap berupaya melakukan penanggulangan,” ujarnya Senin (3/9/12).
Penanganan abrasi saat ini, jelasnya, dilakukan secara simultan. Ada yang ditangani oleh provinsi, resort atau hotel pengelola, dengan rekomendasi teknis dari Dinas PU. “Setiap tahun kami memiliki program penanggulangan abrasi. Tapi mana yang prioritas, itu yang kami dahulukan,” imbuh Artika.
Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum di Denpasar mencatat, tahun 2009 abrasi terjadi di sepanjang 181,70 kilometer dari total panjang pantai di Bali 437,70 km. Tahun 1987 abrasi di Bali tercatat terjadi di sepanjang 49,95 km. Artinya dalam waktu lebih dari 20 tahun terjadi penambahan abrasi sepanjang 131,75 km garis pantai atau rata-rata 5,98 km per tahun.
Dari segi kewilayahan, abrasi yang terjadi di pantai Bali mengakibatkan kerusakan infrastruktur pariwisata, lahan pertanian, dan kawasan suci, misalnya, yang terjadi di Pantai Kuta (Kabupaten Badung), Pantai Sanur, Pantai Padanggalak (Denpasar), Pantai Lebih (Gianyar), Pantai Candidasa dan Pantai Ujung (Karangasem), Pantai Lovina (Buleleng), serta Pantai Cupel dan Banyumala (Jembrana).
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli