Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
WALHI Serukan Pemboikotan APEC 2013 di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyerukan kepada negara-negara anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk memboikot pelaksanaan APEC di Bali pada Oktober 2013 mendatang. Walhi menilai Apec 2013 layak diboikot karena pembangunan infrastruktur pendukung kegiatan APEC mengabaikan aspek pelestarian lingkungan.
Koordinator Walhi Wilayah Bali Wayan Gendo Suardana menyebutkan salah satu bukti adalah pembangunan jalan diatas perairan (JDP) yang berada di kawasan hutan bakau Taman hutan rakyat (Tahura) Ngurah Rai. Belum lagi pembangunan JDP tersebut tidak sesuai dengan dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal). Sebab sesuai dokumen amdal seharusnya pemasangan tiang pancang JDP di kawasan pasang surut Tahura Ngurah Rai menggunakan kapal ponton, tetapi kenyataanya dilakukan dengan pengurugan atau penimbunan dengan batu kapur.
“Kami mencurigai ada tindakan sistematis untuk mematikan hutan bakau di kawasan tahura ini dan yang paling penting adalah APEC memberikan dampak yang buruk bagi pembangunan Bali, dulu ada Bali International Park yang hingga saat ini gagal didirikan untuk kepentingan APEC, hari ini ada JDP yang dikebut atas nama APEC” jelas Wayan Gendo Suardana.
Gendo Suardana menegaskan pengurugan dengan batu kapur guna pemancangan tiang JDP di kawasan hutan bakau tidak hanya membuat pohon bakau mati tetapi juga telah mencemari air laut dan menyebabkan kekeruhan sehingga mengganggu ekosistem bakau.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang