Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pemprov Rancang Zonasi Subak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah provinsi Bali menyiapkan rancangan zonasi kawasan Subak atau sistem pengairan pertanian Bali. Penetapan zonasi kawasan Subak tersebut merupakan upaya untuk menjaga keberadaan lahan Subak dari alih fungsi lahan.
Kepala Dinas Kebudayaan Bali Ketut Suastika dalam keteranganya di Renon (5/10/2012) mengatakan penetapan zonasi juga sebagai bagian dari rencana pemerintah provinsi Bali untuk mengimplementasikan peraturan daerah (perda) Subak yang kini masih dalam tahap pembahasan di DPRD Bali. Menurut rencana zonasi Subak akan dibagi menjadi 3 bagian.
“Ada zona inti, ada zona peyangga, ada zona pengelolaan terbatas, di zona inti ini tidak boleh di utak-atik untuk kegiatan di luar pertanian, kalau di zona peyangga, disini diharapkan ada pertanian diversifikasi dan di zona pengelolaan terbatas ada kegiatan pendukung daripada proses pelestarian,” jelas Ketut Suastika. Suastika menambahkan zona inti Subak nantinya akan menjadi lahan sawah abadi atau lahan pertanian pangan berkelanjutan.
Sedangkan berdasarkan data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali, luas lahan sawah di Bali hingga saat ini sekitar 81.000 hektar.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2754 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun