Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Teroris Gunakan Jejaring Sosial untuk Rekrut Anggota
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jaringan teroris saat ini gencar memanfaatkan media jejaring sosial untuk merekrut anggota baru. Sasaran perekrutan anggota dengan memanfaatkan media jejaring sosial ini adalah kalangan pemuda dan pelajar.
Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Agus Surya Bakti dalam keteranganya di sela-sela rapat Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Bali di Denpasar (16/10/2012), menyatakan dengan media jejaring sosial para teroris juga melakukan pelatihan kepada anggota barunya.
Salah satunya pelatihan membuat bom dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur atau di rumah. “Bagaimana membuat bom dari dapur ibumu, itu ada, ambil gula pasir, ambil ini, ambil itu, gula pasir bisa untuk buat bom, itu contohnya. Jadi mulai dari propaganda, perekrutan, pelatihan, mengobarkan paham kebencian, sampai mengumpulkan dana, semua lewat sosial media,” papar Mayjen TNI Agus Surya Bakti.
Agus Surya Bakti menambahkan,selain memanfaatkan media jejaring sosial, para pelaku teror juga membuat website yang isinya menyebarkan kebencian. Website tersebut juga telah beberapa kali diblokir tetapi mampu dihidupkan kembali.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2333 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun