Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Teroris Gunakan Jejaring Sosial untuk Rekrut Anggota
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jaringan teroris saat ini gencar memanfaatkan media jejaring sosial untuk merekrut anggota baru. Sasaran perekrutan anggota dengan memanfaatkan media jejaring sosial ini adalah kalangan pemuda dan pelajar.
Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Agus Surya Bakti dalam keteranganya di sela-sela rapat Koordinasi Pencegahan Terorisme Provinsi Bali di Denpasar (16/10/2012), menyatakan dengan media jejaring sosial para teroris juga melakukan pelatihan kepada anggota barunya.
Salah satunya pelatihan membuat bom dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur atau di rumah. “Bagaimana membuat bom dari dapur ibumu, itu ada, ambil gula pasir, ambil ini, ambil itu, gula pasir bisa untuk buat bom, itu contohnya. Jadi mulai dari propaganda, perekrutan, pelatihan, mengobarkan paham kebencian, sampai mengumpulkan dana, semua lewat sosial media,” papar Mayjen TNI Agus Surya Bakti.
Agus Surya Bakti menambahkan,selain memanfaatkan media jejaring sosial, para pelaku teror juga membuat website yang isinya menyebarkan kebencian. Website tersebut juga telah beberapa kali diblokir tetapi mampu dihidupkan kembali.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan