Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Ribuan Warga Saksikan Pembukaan Festival Lovina
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ribuan warga dan wisatawan hadir dalam pembukaan Festival Lovina, Sabtu (20/10/2012), di Pantai Bina Ria, Buleleng. Festival untuk promosi pariwisata Bali utara ini akan berlangsung hingga Senin (22/10/2012).
Tradisi 'Ngoncang' merupakan salah satu atraksi seni budaya yang ditampilkan dalam Festival Lovina 2012 di Pantai Bina Ria Lovina, Buleleng. Tradisi menggunakan media lesung (alat tumbuk padi) dan alat penumbuknya ini dilakukan beberapa orang ibu-ibu. Ngoncang merupakan tradisi langka yang kini sudah jarang ditampilkan.Pada jaman dulu, tradisi Ngoncang ini digelar di saat upacara ngaben atau pembakaran jenazah. Tradisi ngoncang dipercaya sebagai cara untuk berkomunikasi dengan roh-roh keluarga yang akan diupacarai.
Selain pertunjukan tradisi langka Ngoncang, dalam Festival Lovina 2012 ini juga digelar pawai budaya di sepanjang Pantai Binaria Lovina. Pawai budaya ini menampilkan aneka kesenian dan budaya khas daerah Buleleng mulai tari Magoak-Goakan, bleganjur, hingga pawai busana adat khas Buleleng yang diikuti sejumlah wisatawan asing.
"Apa yang ditampilkan dalam pawai festival ini unik, saya suka kostum yang digunakan orang yang ikut pawai, sangat menarik," ujar Inggrid, seorang wisatawan asal Belanda, saat ditemui di Pantai Lovina, Sabtu.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Ketut Warkadea, menyatakan, Festival Lovina ini digelar untuk membangkitkan pariwisata di daerah Buleleng, dengan ikon Pantai Lovina yang sudah terkenal di mancanegara. "Ini merupakan salah satu usaha menata kembali pariwisata di Buleleng. Semoga dengan adanya festival ini, pariwisata di Buleleng akan semakin maju, turis akan tinggal lebih lama di Buleleng," ujarnya.
Selain pawai budaya dan aneka atraksi seni, dalam festival ini juga digelar festival aneka makanan khas daerah Bali Utara seperti Tipat Belayag, sudang lepet, jukut undis, hingga siobak Singaraja. Kegiatan yang menarik minat ribuan warga dan wisatawan ini, akan dijadikan agenda tahunan.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2333 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun