Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Betutu Men Tempeh, Pedesnya Bikin Stres
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ayam betutu merupakan salah satu ikon kuliner Bali selain babi guling. Dan jika bicara soal ayam betutu, rumah makan Men Tempeh di Gilimanuk merupakan salah satu tempat yang sering dituju pecinta kuliner.
Rumah makan ayam betutu Men Tempeh ini berlokasi di areal terminal lama Gilimanuk. Di areal terminal ini setidaknya terdapat 4 rumah makan yang menawarkan menu ayam betutu. Namun rumah makan 'the real' Men Tempeh hanya satu, yakni yang memajang foto sosok almarhum Men (sebutan ibu di bali) Tempeh.
Di rumah makan ayam betutu Men Tempeh Gilimanuk ini pengunjung bisa memilih aneka macam paket mulai paket seharga Rp 116 ribu hingga paket Rp 60 ribu.
Jika memilih paket ayam betutu seharga Rp 116 ribu, pembeli mendapatkan 1 ayam betutu, 1 bakul nasi, 1 porsi sayur, sambal, dan kacang. Sementara paket Rp 60 ribu terdiri 1/4 ayam betutu, 1 piring nasi, 1/4 porsi sayur, sambal, kacang. Ayam betutu yang disajikan ada yang orisinil dan ada juga yang digoreng. Paket yang ditawarkan belum termasuk minuman.
Ayam betutu Men Tempeh Gilimanuk dikenal karena cita rasanya yang lezat. Sambal yang ekstra pedas juga membuat ketagihan para pengunjung yang datang singgah untuk makan.
"Rasanya gurih dan pedas, rasa rempah-rempahnya begitu kuat. Pedesnya bikin stres, tapi enak ditemani nasi panas dan teh panas. Sambelnya khas Bali," ujar Juniar, seorang warga asal Gianyar yang makan di warung Men Tempeh Gilimanuk, belum lama ini. Rumah makan Men Tempeh juga menyiapkan paket ayam betutu untuk dibawa pulang. Satu ekor ayam betutu Men Tempeh dibanderol seharga Rp 80 ribu. Pengunjung juga bisa membeli 1/2 ekor ayam betutu yang dibanderol seharga Rp 40 ribu.
Ayam betutu dikenal sebagai masakan khas Gilimanuk, sebuah daerah pesisir di bali bagian barat. Pada 1970-an hingga 1980-an, masakan ini hanya bisa ditemui di warung-warung di kawasan tersebut.
Masyarakat Bali biasanya menyajikan menu ini dalam pelbagai pesta dan upacara adat. Warung makan ayam betutu di kawasan Gilimanuk, pertama kali didirikan oleh Men Tempeh, seorang perempuan asal Gianyar, sekitar awal 1970. Warung Men Tempeh yang legendaris berada di Terminal Lama Gilimanuk. Karena peminatnya kian banyak, mulailah bermunculan pengusaha Bali yang mengekor kesuksesan Men Tempeh. Harus diakui, ayam betutu Gilimanuk selama ini identik dengan Men Tempeh.
Men Tempeh yang telah meninggal dunia telah melahirkan banyak pedagang-pedagang ayam betutu lainnya di kawasan Gilimanuk dan wilayah lainnya di Bali.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun