Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
JAAN Kecam Eksploitasi Lumba-Lumba Untuk Wisata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menggelar aksi demonstrasi yang mengecam eksploitasi lumba-lumba Untuk kepentingan Wisata. Di Bali, terdapat tiga lokasi yang mengeksploitasi lumba-lumba untuk tujuan komersial dan wisata.
"Lumba-lumba merupakan hewan yang dilindungi. Kenapa pemerintah masih memberikan ijin. Dalihnya pendidikan. Tetapi ditempatkan di dalam restoran. Padahal UU melarang," kata Juru bicara JAAN, Pramudya Harsani, di depan Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/12/2012). Lumba-lumba yang ditempatkan di restoran atau lokasi pertunjukan, bukan merupakan pendidikan konservasi namun murni untuk kepentingan bisnis.
"Ini pure bisnis, jika ingin belajar tentang habitat lumba-lumba maka sebaiknya hal itu dilakukan di habitatnya, di laut. Bukan ikannya ditarik ke darat.
Apalagi tidak ada papan penjelasan soal satwa itu," ujar Pramudya. Dari aspek kesejahteraan satwa, Pramudya menilai lumba-lumba itu juga terbengkalai. "Seringkali dibiarkan kelaparan agar satwa mau menuruti keinginan sang pawang," imbuh dia. Di Bali, berdasarkan catatan JAAN terdapat tiga lokasi yang mengeksploitasi lumba-lumba. Hal ini dinilai bertolak belakang dengan semangat industri pariwisata Bali. "Kenapa tidak membangun wisata alam, yang notabene menguntungkan nelayan. Ini ada pembiaran dari pemerintah Bali.
Kita meminta agar Gubernur Made Mangku Pastika mau mencabut ijin pemanfaatan lumba-lumba di darat dengan dalih pendidikan,"tegasnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan