Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
JAAN Kecam Eksploitasi Lumba-Lumba Untuk Wisata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jakarta Animal Aid Network (JAAN) menggelar aksi demonstrasi yang mengecam eksploitasi lumba-lumba Untuk kepentingan Wisata. Di Bali, terdapat tiga lokasi yang mengeksploitasi lumba-lumba untuk tujuan komersial dan wisata.
"Lumba-lumba merupakan hewan yang dilindungi. Kenapa pemerintah masih memberikan ijin. Dalihnya pendidikan. Tetapi ditempatkan di dalam restoran. Padahal UU melarang," kata Juru bicara JAAN, Pramudya Harsani, di depan Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/12/2012). Lumba-lumba yang ditempatkan di restoran atau lokasi pertunjukan, bukan merupakan pendidikan konservasi namun murni untuk kepentingan bisnis.
"Ini pure bisnis, jika ingin belajar tentang habitat lumba-lumba maka sebaiknya hal itu dilakukan di habitatnya, di laut. Bukan ikannya ditarik ke darat.
Apalagi tidak ada papan penjelasan soal satwa itu," ujar Pramudya. Dari aspek kesejahteraan satwa, Pramudya menilai lumba-lumba itu juga terbengkalai. "Seringkali dibiarkan kelaparan agar satwa mau menuruti keinginan sang pawang," imbuh dia. Di Bali, berdasarkan catatan JAAN terdapat tiga lokasi yang mengeksploitasi lumba-lumba. Hal ini dinilai bertolak belakang dengan semangat industri pariwisata Bali. "Kenapa tidak membangun wisata alam, yang notabene menguntungkan nelayan. Ini ada pembiaran dari pemerintah Bali.
Kita meminta agar Gubernur Made Mangku Pastika mau mencabut ijin pemanfaatan lumba-lumba di darat dengan dalih pendidikan,"tegasnya.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun