Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Korban Tenggelam Ditemukan Sudah Menjadi Mayat
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seorang pemuda asal Banjar Pejarakan, Desa Goris, Kecamatan Gerokgak, Singaraja, I Komang Suardika (22) yang dinyatakan hilang karena dihantam ombak saat mandi di pantai Pulukan Rabu (3/4) kemarin sekitar pukul 17.30 wita sudah ditemukan dan kondisinya telah menjadi mayat.
Pencarian yang dilakukan oleh Tim gabungan Polsek Pekutatan, Polres Jembrana, Pol Air dan Tim Sar dibawah komando langsung Kapolsek Pekutatan, Kompol I Komang Kardika dan dibantu beberapa masyarakat setempat disepanjang bibir pantai, akhirnya ditemukan malam itu juga sekitar pukul 21.50 wita.
Korban ditemukan pertama kali oleh Tim gabungan yang melakukan pencarian di pinggir pantai. Jasad korban terdampar di pinggir pantai sekitar 200 meter ke barat dari tempatnya tenggelam.
Saat ditemukan posisi tubuh korban telungkup dengan kepala menghadap ke barat, tanpa mengenakan baju dan hanya mengenakan celana panjang jean warna coklat. Petugas langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban di Puskesmas Pekuatan untuk dilakukan pemeriksaan. Sementara itu Kapolsek Petutatan Kompol I Komang Kardika saat dikonfirmasi membenarkan bahwa korban telah ditemukan terdampar di pinggir pantai oleh tim gabungan. Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Pekutatan menurut Kardika, korban meninggal murni karena tenggelam. “Setelah korban diperiksa dan divisum, jasadnya kemudian kita serahkan kepada pihak keluarganya untuk selanjutnya di bawa ke rumah duka,” ungkapnya, Kamis (4/4/2013).
Mengingat seringnya terjadi musibah tenggelam, Kardika menghimbau masyarakat, agar berhati-hati dan waspada jika hendak mandi karena pantai Pekutatan arusnya sangat kuat.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun