Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
CVR Lion Ditemukan Terjepit Karang di Kedalaman 2 Meter
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Tuban. General Manager Angkasa Pura I Ngurah Rai Purwanto menyatakan bahwa Cockpit Voice Recorder (CVR) atau percakapan pilot di dalam kokpit sudah berhasil ditemukan.
Purwanto yang juga ketua emergency operation center mengaku tim melakukan penarikan dengan cermat dan teliti. Pasalnya, harus diatur ketat karena ada pesawat yang naik turun di runway.
"CVR sudah kita temukan hari ini pukul 19.02 Wita. Awalnya kita pakai tali slame kemudian ditarik. Karena dengan craine tapi tidak berhasil, akhirnya kita pakai
craine yg lbh besar seberat 35 ton untuk tarik ekor pesawat," ujarnya, Senin (15/4/2013) malam.
Menurut Purwanto, meski pihaknya menurunkan tim khusus dari TNI, SAR, Lion dan Brimob namun CVR sangat sulit ditemukan. "Awalnya CVR sulit sekali kita temukan. Akhirnya last minute menjelang gelap dan air laut mau pasang kita temukan jam 19.02 terjepit karang di kedalaman 2 meter," jelasnya.
CVR, kata Purwanto ditemukan dalam kondisi baik dan akan diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Kita serahkan ke KNKT. Selama 2 hari ke depan kita akan angkat badan pesawat," tutupnya. (dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun