Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Malas Ngayah, Rumah Dirusak Warga
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sekitar seratus orang warga Banjar Greseh, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kamis (27/6) malam mendatangi kemudian merusak rumah Made Gunung (60).
Aksi seratusan warga tersebut dipicu lantaran Made Gunung malas ngayah atau bergotong royong di desanya. Tidak itu saja Gunung juga kerap menantang warga, dan meludahi warga yang lewat di depannya. Yang membuat kemarahan warga setempat memucak dan melakukan pengerusakan lantaran ulah Gunung menggembok kunci pintu Pura Megada.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 19.00 Wita, Kamis malam (27/6) seratus warga Banjar Greseh, Desa Payangan Kecamatan Marga mendatangi rumah Made Gunung.
Tiba di rumah Made Gunung, warga langsung melakukan pengerusakan. Akibatnya beberapa bangunan dirusak seperti balai daja, bale delod, piasan sanggah. Selain itu warga yang kesal dengan tingkah polah Gunung juga merusak sepeda motor Byson Putih DK 7422 GK, Vario DK 8984 GK, dan sepeda motor prima.
Selain itu warga juga merusak tanaman yang ada di halaman rumah milik Made Gunung. Meski warga beringas tidak ada sampai menimbulkan korban jiwa. Kala itu yang ada di rumah Made Gunung, Ni Wayan Weter, I Wayan Sugiana dan Ni Made Sugiani berserta anaknya Wayan Agus Putra tidak bisa berbuat banyak.
Melihat warga mengamuk penghuni rumah langsung kabur menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya saja kerugian yang diderita mencapai Rp 25 Juta. Aksi spontan warga Banjar Greseh dilakukan karena beberapa alasan yakni Made Gunung tidak pernah mentaati peraturan banjar seperti tidak pernah ngayah dan gotong royong.
Made Gunung juga disebutkan sering menantang warga banjar, dan melakukan aksi meludahi warga yang melintas di depannya. Yang paling membuat warga kesal, Made Gunung menggembok pintu Pura Puncak. Untuk mengantisipasi kejadian susulan, Made Gunung beserta keluarganya, hingga Jumat (28/6) kemarin berada di Mapolres Tabanan.
Sementara itu Jumat siang (28/6) berlangsung mediasi di Mapolsek Marga yang dihadiri jajaran Muspika Kecamatan Marga, beberapa tokoh masyarakat Greseh, Kepala Desa Payangan.
Beberapa poin dicapai dalam mediasi tersebut. Diantaranya apabila Made Gunung berkenan minta maaf warga banjar bisa memaafkannya. Pernyataan maaf itu bisa diwujudkan dalam lisan maupun tulisan.
Apabila Made Gunung bisa merubah sikap dan meminta maaf, warga banjar Greseh bisa menerimanya kembali secara bersyarat maupun tanpa bersyarat. Diharapkan warga tidak terjerat oleh hukum apabila Made Gunung menuntut karena ulah salah satu oknum banjar Greseh yang memanfaatkan posisi Made Gunung.
Dalam mediasi tersebut tidak mendapatkan keputusan, dan akan dibicarakan lagi di tingkat Desa Payangan. Perbekel Desa Payangan I Nyoman Sudiarsa mengatakan akan mengambil langkah musyawarah kembali di tingkat Desa.
“Intinya kami akan mencari jalan keluar yang terbaik,” jelas Sudiarsa.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan