Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Reklamasi Teluk Benoa Negatif Bagi Pariwisata Budaya
BERITABALI.COM, TABANAN.
DPD PDIP Bali akhirnya mengeluarkan sikap resmi menolak rencana reklamasi di Teluk Benoa seluas 838 hektar oleh PT TWB dengan hak konsesi 30 tahun dan dapat diperpanjang 20 tahun. PDIP berpendapat, reklamasi Teluk Benoa akan berdampak negatif bagi kelangsungan pariwisata budaya Bali
Dalam rapat koordinasi DPD PDIP Bali dan jajaran Fraksi PDIP DPRD Bali hari ini (16/7/2013) PDI P Bali secara tegas menolak SK Gubernur Bali Made Mangku Pastikasoal izin reklamasi. PDIP memandang dengan sendirinya SK itu batal demi hukum karena tidak sesuai dengan rekomendasi dewan, melabrak berbagai aturan hukum, dan belum ada studi kelayakan (FS) final sehingga SK perlu dicabut.
"Kesimpulan rapat, bahwa PDIP tegas menolak rencana reklmasi itu," ujar Ketua Fraksi PDI P DPRD Bali, Ketut Tama Tenaya, usai rapat koordinasi menyikapi rencana reklamasi.
Rapat yang digelar tertutup dipimpin Ketua DPD PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi dan dihadiri seluruh pengurus DPD serta Fraksi PDI P DPRD Bali itu memutuskan tiga hal penting. Keputusan pertama, PDIP Bali dengan tegas menolak rencana reklamasi dan keluarnya SK izin reklamasi itu.
"Kami menolak reklamasi di Teluk Benoa karena belum ada FS final dari Tim Unud. Kami juga meminta ada kajian pembanding, uji lab tsunami dan uji lab pantai. Proses itu harus benar- benar objektif dan transaparan," jelasnya.
Keputusan kedua, PDIP mengharapkan pembangunan Bali menjadi bagian rakyat Bali dan tidak semata-mata Bali menjadi milik investor. Segala bentuk kegiatan investasi di Bali yang berkaitan dengan pariwisata dan berdampak pada kerusakan lingkungan, rakyat Bali memiliki hak mengawal dan ambil bagian atas proses itu supaya rakyat Bali tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri.
"Ketiga, PDIP tetap mempertahankan pembangunan pariwisata berwawasan budaya. Reklamasi ini akan berdampak negatif bagi kelangsungan pariwisata budaya apalagi Bali Selatan sudah over capacity," imbuhnya.(dws)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4334 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2019 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1883 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1556 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1378 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan