Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Nasi Sela Taluh Kana Men Unyil
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Anda pecinta kuliner yang rada-rada ekstrim ? Jika Anda sedang lewat wilayah Mengwi, Kabupaten Badung, tak ada salahnya mencoba menu Nasi Sela Taluh Kana ala Men Unyil. Makanan apa pula itu ya?
Warung sederhana Men Unyil ini ada di area pasar Mengwi. Warung ini buka mulai pukul 4 sore sampai 10 malam.
Menu khas di warung ini adalah nasi campur taluh kana. Harganya pun cukup murah, yakni hanya Rp 8 ribu se porsinya.
Dalam satu porsi nasi campur ini terdapat nasi sela (ketela), jukut (sayur) bejek, ada grago (udang kecil kecil), kacang tanah, jukut atau sayur bejek bumbu kalas (santan, daging, base gede) sambal bongkot, dan ayam betutu yang disuwir.
Menu ini menjadi spesial karena ada taluh kana, be (daging) meri (anak bebek) di dalamnya.
"Taluh kana ini khasnya, hanya ada di Desa Mengwi. Telur ini didapatkan dari tempat penetasan itik (bebek), jadi telur yang tidak berhasil menetas kita olah lagi menjadi makanan,"jelas Men Unyil.
Selain ada telur kana goreng, menu ini juga berisi meri atau anak bebek yang mati saat menetas. Meri ini disajikan dengan cara digoreng kering.
Meski menawarkan menu yang tergolong ekstrim, dimana 'limbah' tempat penetasan itik diolah menjadi makanan lezat, warung sederhana ini selalu ramai pengunjung.
"Selalu habis, sekitar porsi 200 porsi per hari, pembeli dari Mengwi dan sekitarnya," jelasnya
Nasi campur taluh kana ini mempunyai cita rasa khas bali. Kebersihan makanannya layak, pelayanan ramah terhadap pengunjung .Walaupun hanya melayani pembeli seorang diri, semua pelanggan mendapat layanan sesuai giliran.
Gogonk Kuliner Adventure merekomendasikan : warung ini layak dikunjungi sebagai varian menu unik di Bali. (Go Gonk)
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun