Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur : Tidak Ada Alasan Menolak Pelaksanaan Miss World
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Renon. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan tidak ada alasan signifikan untuk dijadikan dasar menolak pelaksanaan kontes Miss World di Bali. Apa lagi ada komitmen dari panitia untuk mempromosikan pakaian adat Bali dan kain endek Bali dalam kontes ratu sejagad tersebut.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam keteranganya di Renon (27/8/2013) mengatakan sebelum Bali bersedia menjadi tuan rumah, Pemerintah Provinsi Bali telah mengajukan syarat kepada panitia Miss World untuk mengikuti etika dan tata susila yang berlaku di Indonesia, khususnya Bali. Bagi Bali menjadi tuan rumah pelaksanaan Miss World juga memberi keuntungan dari segi promosi pariwisata
“Anda bayangkan 131 negara pesertanya, dengan jurnalis sekitar 5000 orang, itu akan dilihat di seluruh dunia, ini promosi gratis buat kita, apalagi saya yakin banyak yang live,” ungkap Made Mangku Pastika.
Made Mangku Pastika menegaskan, tidak ada alasan untuk menolak pelaksanaan Miss World di Bali, apalagi panitia telah berkomitmen untuk tidak ada penggunaan bikini dalam kontes tahun ini. Selain itu panitia juga telah berkomitmen untuk mematuhi etika, susila dan nilai-nilai budaya yang ada di Bali.(mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun