Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Hary Tanoe Tak Khawatir Penolakan Miss World di Bali
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Nusa Dua. CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengaku tidak khawatir dengan berbagai penolakan terhadap kontes Miss World. Pasalnya, kontes ratu sejagat di Bali tidak akan menampilkan sesi peragaan bikini.
Calon Wakil Presiden dari Partai Hanura itu menghimbau semua pihak agar tidak perlu khawatir dengan adanya penolakan ajang ratu kecantikan dari sejumlah Ormas Islam seperti FPI. "Kontes Miss World tidak akan ada event yang berpakaian bikini. Sayapun tidak akan terima jika ada peragaan bikini dalam Miss World," kata Hary Tanoe di Nusa Dua, Bali, Rabu (4/9/2013) petang.
Menurut HT sapaan lain Hary Tanoe itu, penolakan dari sejumlah Ormas Islam seperti FPI mungkin disebabkan kesalahan kurang terkomunikasikannya dengan baik kontes kencantikan yang dihadiri 136 negara tersebut.
"Hal itu juga diperparah oleh adanya tanggapan dari pihak yang tidak mengerti permasalahannya dan kemudian berkembang luas pemberitaannya sehingga masyarakat yang tidak paham menjadi terprovokasi," tegasnya.
Lebih jauh, HT memaparkan bahwa pakaian yang akan dikenakan para kontestan Miss Word berasal dari desainer Indonesia seperti batik. Selain itu, para peserta juga akan dikenalkan budaya Bali serta mengunjungi pura Besakih yang merupakan pura terbesar di Pulau Dewata.
Dari berbagai aspek itu, Hary Tanoe berpandangan bahwa ia selaku penyelenggara merasa tidak khawatir dengan berbagai penolakan kontes Miss World. "Kuncinya adalah mengembalikan segala sesuatunya ke informasi yg benar. Kalau ini bisa dijelaskan, kita tidak perlu khawatir karena tujuannya sangat baik yakni lebih untuk kepentingan bangsa dan negara," ungkapnya. (dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun