Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Minta Sulinggih Beri Pencerahan Pada Umat
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Selain memberi layanan keumatan dalam melaksanakan upacara yadnya, para sulinggih juga diminta untuk memberi percerahan dan tuntunan pada umat agar lebih memahami substansi nilai-nilai agama. Sehingga diharapkan tak ada kesan jor-joran dalam pelaksanaan upacara yadnya.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menbuka Pasraman Calon Sulinggih yang digelar Kerta Semaya Trah Dalem Suhunantara (KSTDS) di Aula Sri Kesari Universitas Warmadewa, Minggu (8/9/2013).
Lebih lanjut dia mengurai, semangat umat Hindu di Bali dalam melaksanakan upacara yadnya belakangan makin semarak. Hal itu menurutnya memang sangat membanggakan. Namun demikian, dia menilai kesemarakan itu belum diimbangi dengan pemahaman substansi nilai-nilai agama. Sehingga upacara yadnya terkesan jor-joran atau gensi.
"Kondisi ini dapat menyesatkan umat dan dapat membawa kesan jika Agama Hindu itu susah. Ini tidak boleh terjadi. Hal ini harus segera diantisipasi agar keyakinan umat bisa terus ditingkatkan,"ujar Pastika.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mohon dukungan para sulinggih untuk mendorong umat agar menyeimbangkan penerapan dharma agama dengan dharma negara. Dengan keseimbangan ini, umat tak hanya fokus pada pelaksanaan berbagai upakara, tapi juga meningkatkan peran aktif dalam menyukseskan berbagai program pembangunan. (bbn/mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun