Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Kekurangan VAR

Denpasar

Sabtu, 14 September 2013, 14:04 WITA Follow
Beritabali.com

google/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Renon. Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengakui bahwa Bali saat ini mengalami kekurangan stok vaksin anti rabies (VAR). Bahkan beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar mengalami kehabisan stok vaksin anti rabies. Kurangnya stok vaksin anti rabies di Bali salah satunya disebabkan akibat masih tingginya kasus gigitan anjing di Bali yang mencapai 120-130 gigitan perhari.
 
Menurut Suarjaya, faktor lain yang menyebabkan tingginya akan permintaan VAR yaitu adanya fobia yang terjadi di masyarakat, dimana setiap masyarakat yang tergigit anjing pasti meminta VAR. Padahal pemberian VAR dapat dilakukan secara selektif.
 
“karena kita sebetulnya menerapkan selektif pemberian vaksin, artinya kalau sudah anjingnya anjing rumahan , sudah pernah di vaksinasi lengkap , tidak perlu lah. Kalau anjinng rumahan gigit kenapa harus takut, kan sudah di vaksin, tetapi masyarakat tidak mau tahu , pokoknya begitu digigit, digores sedikit saja minta vaksin” kata Ketut Suarjaya.
 
Suarjaya menyebutkan Bali saat ini hanya memiliki stok VAR mencapai 4000 vial yang cukup untuk waktu 1 bulan. Guna memenuhi kebutuhan akan VAR, pemerintah Provinsi Bali telah menganggarkan dana mencapai Rp. 7,5 miliar untuk pembelian VAR pada anggaran perubahan. Sebelumnya pemerintah provinsi Bali telah mengeluarkan dana mencapai Rp. 8,5 miliar untuk pembelian VAR.(mlt)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami