Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Bali Kekurangan VAR
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Renon. Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya mengakui bahwa Bali saat ini mengalami kekurangan stok vaksin anti rabies (VAR). Bahkan beberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar mengalami kehabisan stok vaksin anti rabies. Kurangnya stok vaksin anti rabies di Bali salah satunya disebabkan akibat masih tingginya kasus gigitan anjing di Bali yang mencapai 120-130 gigitan perhari.
Menurut Suarjaya, faktor lain yang menyebabkan tingginya akan permintaan VAR yaitu adanya fobia yang terjadi di masyarakat, dimana setiap masyarakat yang tergigit anjing pasti meminta VAR. Padahal pemberian VAR dapat dilakukan secara selektif.
“karena kita sebetulnya menerapkan selektif pemberian vaksin, artinya kalau sudah anjingnya anjing rumahan , sudah pernah di vaksinasi lengkap , tidak perlu lah. Kalau anjinng rumahan gigit kenapa harus takut, kan sudah di vaksin, tetapi masyarakat tidak mau tahu , pokoknya begitu digigit, digores sedikit saja minta vaksin” kata Ketut Suarjaya.
Suarjaya menyebutkan Bali saat ini hanya memiliki stok VAR mencapai 4000 vial yang cukup untuk waktu 1 bulan. Guna memenuhi kebutuhan akan VAR, pemerintah Provinsi Bali telah menganggarkan dana mencapai Rp. 7,5 miliar untuk pembelian VAR pada anggaran perubahan. Sebelumnya pemerintah provinsi Bali telah mengeluarkan dana mencapai Rp. 8,5 miliar untuk pembelian VAR.(mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli