Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Indonesia Serukan Pembentukan Jaringan Inti Kerjasama Ketahanan Energi Asean
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Nusa Dua. Pemerintah Indonesia menyerukan kepada negara-negara anggota ASEAN untuk membentuk jaringan inti kerjasama ketahanan energy ASEAN. Seruan tersebut disampaikan Wakil Presiden Boediono dalam pidatonya pada pembukaan Pertemuan Ke-31 Menteri Energi Asean di Nusa Dua Bali.
Boediono menyampaikan negara anggota ASEAN perlu mengembangkan sistem jaringan kerjasama berlapis, termasuk dalam hal kerjasama inti ketahanan energy guna mengurangi adanya resiko di era globalisasi. Jaringan kerjasama inti ketahanan energy yang dibangun kedepan harus lebih transparan dan dibangun berdasarkan kepentigan jangka panjang.
“selalu disusun berdasarkan skema pembagian manfaat yang benar-benar dirasakan adil oleh semua pihak, ASEAN akan dapat menjadi inti jaringan kita apabila setiap kegiatan bersama kita apabila selalu didasarkan pada kepentingan jangka panjang bersama,” jelas Boediono.
Boediono menambahkan Indonesia sebagai negara pendiri siap mengambil peran yang sebadan dan menyumbangkan kontribusinya dalam pengembangan jaringan inti kerjasama ketahanan energy ASEAN. Indonesia juga mengangap penting penguatan ketahanan ASEAN di bidang energy.(mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2947 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun