Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
KORdEM Dukung Penertiban Atribut Kampanye
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Penertiban atribut kampanye caleg, baik calon DPR RI, DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota serta calon DPD yang melanggar Peraturan KPU tentang pemasangan aribut kampanye, merupakan tindakan yang perlu. Selain agar Peraturan KPU tidak menjadi sekadar macan kertas, lebih penting lagi untuk memberikan edukasi politik bagi para caleg, agar mereka taat hukum.
Demikian penegasan Ketua KORdEM (Koalisi Organisasi Non Pemerintah dan Eksponen Masyarakat untuk Demokrasi) Bali, Made Dewantara Endrawan,SH, menanggapi penertiban atribut kampanye di beberapa kabupaten dan kota di Bali.
"Mestinya, caleg memberi contoh, jadi figur yang taat peraturan. Kalau semasih caleg sudah melanggar, bagaimana setelah duduk jadi penguasa?" ujar Endrawan.
Karena itu, atribut kampanye yang dipasang sebelum waktunya, tidak pada zone yang diijinkan, tak perlu ditolerir lagi. Bila Panwas dan KPU tidak tegas, bakal bisa menjadi edukasi politik yang buruk. Sebab, terkesan peraturannya macan ompong, aparatnya tidak tegas,dan ke depan semakin orang tidak percaya hukum. Ia juga memandang perlu, KPU membuat rambu-rambu bagi kandidat yang melakukan sosialisasi ke masyarakat.
"Misalnya, sosialisasi dipersyaratkan harus memiliki visi, misi, komitmen, melakukan edukasi politik kepada rakyat, dan mesti berani menegaskan agar rakyat memilih pemimpin bukan karena uang, membudayakan kontrak politik untuk mengikat calon,dan sebagainya. Selama ini,kebanyakan sosialisasi bersifat sepihak, dimana calon turun untuk minta dukungan, dan kurang sekali komitmen-komitmen yang bisa diukur dan dikontrol. Setiap calon bahkan idealnya mesti obyektif kepada masyarakat, bahwa kalau dirinya bukan yang paling baik dan dipercaya, tak boleh dipilih," imbuh Endrawan.
Ia juga yakin,masih ada kandidat yang turun ke masyarakat melakukan edukasi politik dan tak memaksa masyarakat untuk memilih dirinya. "Makin lama, bila semakin banyak kandidat yang turun dengan pola untuk melakukan edukasi politik, hasilnya pasti sangat baik.Tapi, kalau yang turun adalah calon yang membawa uang, menawarkan janji muluk dan masyarakat tertipu, hasilnya akan sangat buruk," katanya. (ctg)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan