Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Rhoma Irama Akui Dipaksa Jadi Capres 2014
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Raja Dangdut Rhoma Irama mengaku jika dirinya siap maju menjadi calon presiden (capres) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pasalnya permintaan terhadap dirinya untuk maju sebagai capres sejak 2004 lalu.
Untuk tampil sebagai capres 2014 ini, dirinya didesak oleh rekan-rekan dari anggota DPR, MPR, Fraksi PKB serta tokoh masyarakat.
"Ada kelompok ulama dan politisi bawa proposal partai Islam, mereka ingin jadikan saya sebagai capres 2014. Alasannya, sudah tidak lagi dipilih oleh MPR, jadi syaratnya adalah elektabilitas dan popularitas," ujar Rhoma, Sabtu (14/12/2013).
Rhoma dinilai memiliki semua syarat tersebut. Bahkan lagu-lagu yang diciptakan sejak dulu pun sudah menyangkut isu-isu yang saat ini bergulir seperti soal Hak Asasi Manusia (HAM), korupsi hingga perjudian.
"Saya bilang, jadi presiden berat sekali. Tidak pernah dipikirkan," tukasnya.
Dirinya menyatakan siap menjadi capres 2014 saat sedang berada di Kwitang. Menurutnya tidak ada satu hari tanpa elit-elit politik saling menghujat, kondisi itulah yang membuat dirinya terpanggil.
"Cak Imin dan teman-teman membuat komitmen bahwa Rhoma adalah Capres 2014. Indonesia saat ini memiliki lima capres resmi Prabowo, Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra dan Rhoma dari PKB," tambahnya.[bbn/inilah]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7705 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5627 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan