Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Anas Belum Ditahan, Ini Kata KPK
jakarta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, tersangka kasus gratifikasi dalam proyek Hambalang.
"Sampai hari ini belum ada jadwal pemeriksaan terhadap Anas Urbaningrum (AU), apalagi ditahan, diperiksa aja belum," kata Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo.
Namun Johan enggan menanggapi pernyataan salah satu pimpinan KPK, bahwa Anas belum ditahan lantaran Rumah Tahanan (Rutan) KPK masih penuh.
Dalam kasus dugaan suap Pilkada Lebak Banten, KPK terhitung cepat melakukan penahanan terhadap para tersangka, termasuk Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Politikus Partai Golkar itu ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (17/12/2013) dan ditahan Jumat (20/12/2013). Namun Anas yang sudah ditetapkan sejak Februari 2013 masih belum ditahan.
"Jangan dibandingkan cepat dan lambat, Hambalang juga banyak yang ditahan, seperti Andi Alfian Mallarangeng, Teuku Bagus Mohammad Noor, tidak bisa dikomparasikan (kasus) ini cepat atau lambat, tergantung kasusnya, kasus Lebak dimulai dengan OTT," tegasnya.
Ketika disinggung apakah KPK tidak takut Anas keburu menghilangkan barang bukti lantaran tidak ditahan, menurut Johan, penahanan tergantung keputusan dari penyidik KPK.
"Kalau seseorang belum ditahan ada alasan subjektif dari penyidik," pungkasnya.
Seperti diketahui, Anas Urbaningrum ditetapkan KPK sebagai tersangka, Jumat 22 Februari 2013 setelah KPK menemukan dua alat bukti terkait dugaan penerimaan hadiah atau janji saat masih menjabat anggota DPR tahun 2009.
Anas diduga menerima sebuah mobil Toyota Harrier dari perusahaan kontraktor proyek sport center Hambalang dan sejumlah uang.
Anas disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [bbn/inilah]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2610 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan