Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Satu dari 200 Wanita AS Hamil Walau Masih Perawan

Amerika

Jumat, 27 Desember 2013, 05:32 WITA Follow
Beritabali.com

inilah.com/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Beritabali.com, North Carolina. Sedikitnya satu dari 200 wanita Amerika melahirkan dengan organ tetap perawan. Temuan itu dihasilkan sebuah riset yang dilakukan University of North Carolina di Chapel Hill.

Dalam riset yang hanya dilakukan lewat wawancara itu, wanita dengan status ‘Hamil Perawan’ ternyata jumlahnya dua kali lipat, dibandingkan para wanita yang hamil dalam kondisi suci. Sementara 30% wanita lainya mengaku telah melakukan hubungan seksual. Para orang tua mereka, juga kesulitan mendiskusikan hubungan seks atau alat pencegah kehamilan dengan anak-anak remajanya.

Lalu apakah para wanita itu merasa hamil dalam keadaan masih suci? ‘’Tidak jelas,’’ bunyi riset tersebut. ‘’Banyak wanita yang tidak ingat saat ditanya kapan mereka melakukan hubungan seks dan kapan hamil,’’ kata Profesor Amy H. Herring, salah satu penulis riset tersebut.

‘’Mereka mungkin menyembunyikan hal itu, atau mereka tidak mau mengakuinya,’’ lanjut Amy Herring. Maklum, setiap ditanya hal-hal sensitif mereka cenderung hati-hati. Menurut Amy, banyak wanita yang bingung dengan istilah ‘berhubungan seks’. Sebuah studi di Kanada membuktikan bahwa sejumlah kecil pelajar wanita tidak menganggap ‘orgasme saat berhubungan seks sama halnya dengan bersenggama’.

Di samping itu, studi tadi yang dilakukan Amy dan rekan-rekannya mendeteksi ratusan remaja dan wanita merasa ‘lahir kembali menjadi suci’. Survei yang dilakukan dengan menanyai 7.800 wanita pada 1995 dan dihubungi kembali pada 2008 dan 2009.

Bagaimanapun studi ini memang tidak sungguhan, karena dilakukan sebagai bagian laporan dari terbitan Natal yang diluncurkan Majalah BMJ Journal. Seperti diketahui, kelahiran Yesus dinilai sebagai mukjizat bagi pemeluk agama Kristiani, karena dilahirkan dari rahim seorang perawan bernama Maria.

Riset ini sekaligus dimaksudkan untuk memperingatkan kepada para periset agar berhati-hati bila melakukan survei yang sensitif, karena banyak responden yang berbohong dan tidak bisa dideteksi kejujurannya.

‘’Tapi kami yakin, banyak kejadian perawan yang hamil,’’ tutur Amy Herring kepada Los Angeles Times. (bbn/inilah)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami