Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Intel Indonesia Masih Lemah Deteksi Teroris

Jumat, 3 Januari 2014, 19:39 WITA Follow
Beritabali.com

inilah.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso menilai intelejen Indonesia masih sangat lemah untuk mendeteksi ancaman teror. Karena lemahnya ini, jaringan teroris masih menjamur hingga saat ini. Bahkan, dikhawatirkan mengancam stabilitas pelaksanaan Pemilu 2014.

"Kita minta aparat intelijen harus bersatu dari Polri, BIN dan TNI ini seyogiyanya bersatu padu. Karena kita sudah dianggap kecolongan (soal terorisme) dan terlalu lemah oleh negara-negara tetangga," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/1/2014).

Menurutnya, meski Indonesia menganut sistem demokrasi, namun penanganan soal terorisme masih jauh dari harapan. "Menurut saya intelejen kita masih lemah. Tapi menginginkan dengan alat-alat yang canggih maka kita harus beri kepercayaan kepada mereka,"

imbuhnya. Selain itu, tindakan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri yang sering menembak mati para terduga teroris juga menjadi kendala bagi Polri untuk mengungkap secara tuntas sel-sel teroris yang ada di Indonesia.

 

 

 

 

 

Namun DPR tak mau mengevaluasi kinerja Densus 88 karena kewenangan itu berada di bawah Kapolri. "Biarkan pihak kepolisian sendiri yang mengevaluasi, tapi yang mencegah kita mengapresiasi meski tidak sempurna. Ditangkap hidup-hidup kan bisa mengurai. Tapi kalau tidak ada pilihan lain apa kita harus menyalahkan," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami