Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Intel Indonesia Masih Lemah Deteksi Teroris
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso menilai intelejen Indonesia masih sangat lemah untuk mendeteksi ancaman teror. Karena lemahnya ini, jaringan teroris masih menjamur hingga saat ini. Bahkan, dikhawatirkan mengancam stabilitas pelaksanaan Pemilu 2014.
"Kita minta aparat intelijen harus bersatu dari Polri, BIN dan TNI ini seyogiyanya bersatu padu. Karena kita sudah dianggap kecolongan (soal terorisme) dan terlalu lemah oleh negara-negara tetangga," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/1/2014).
Menurutnya, meski Indonesia menganut sistem demokrasi, namun penanganan soal terorisme masih jauh dari harapan. "Menurut saya intelejen kita masih lemah. Tapi menginginkan dengan alat-alat yang canggih maka kita harus beri kepercayaan kepada mereka,"
imbuhnya. Selain itu, tindakan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri yang sering menembak mati para terduga teroris juga menjadi kendala bagi Polri untuk mengungkap secara tuntas sel-sel teroris yang ada di Indonesia.
Namun DPR tak mau mengevaluasi kinerja Densus 88 karena kewenangan itu berada di bawah Kapolri. "Biarkan pihak kepolisian sendiri yang mengevaluasi, tapi yang mencegah kita mengapresiasi meski tidak sempurna. Ditangkap hidup-hidup kan bisa mengurai. Tapi kalau tidak ada pilihan lain apa kita harus menyalahkan," tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5535 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2330 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1168 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan