Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Loyalis Anas: Banyak Pejabat Mati Diracun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Loyalis dan keluarga Anas Urbaningrum punya alasan kenapa menolak makanan yang disediakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejarah mencatat, banyak pejabat yang meninggal karena makanan. Jubir perhimpunan Pergerakan Indonesia (PI) yang juga loyalis Anas, Ma'mun Murod meminta semua pihak memahami keinginan keluarga itu. Walau, KPK sendiri menilai terlalu berlebihan.
"Saya rasa keinginan sahabat dan keluarga Anas bukan hal aneh. Faktanya banyak tokoh politik yg meninggal secara aneh dan misterius. Sebagaimana tertulis dalam beberapa Shirah Nabawiyyah, dalam sakitnya Muhammad saw pernah berujar bahwa sakitnya disebabkan oleh makanan yang makannya (yang diberikan oleh orang Yahudi) dalam suatu peperangan," jelas Ma'mun, Selasa (14/1/2014).
Sekretaris Lembaga Hikmah Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menjelaskan, Galilea Galileo juga meninggal karena diracun oleh Penguasa Gereja Katholik. "Yasser Arafat meninggal diracun Israel," ucapnya. Ia melanjutkan, kasus lain di luar negeri adalah kematian Lady Diana juga dianggap aneh. Walau tidak terkait maknan, namun ada sangkaan terkait kendaraan yang ditumpanginya.
"Subhan ZE tokoh NU era awal 1960-an meninggal di Makkah lantaran mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan aneh. Munir meninggal karena makanan yang dimakannya di pesawat Garuda saat perjalanan Indonesia - Belanda," jelas pengajar di Fisip Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.
Baharuddin Lopa, lanjut Ma'mun, mantan Jaksa Agung juga meninggal secara misterius di Makkah. Begitu juga Letjen TNI Agus Wirahadikusuma meninggal secara tidak wajar. Berangkat dari fakta-faktar ini, kata dia, rasanya keinginan sahabat dan keluarga Anas tidak berlebihan.
"Dalam politik, apapun sangat mungkin terjadi, termasuk pembunuhan secara berlahan melalui makanan. Keinginan sahabat dan keluarga Anas hanyalah bagian dari kehati-hatian (ikhtiyat) agar tidak terjadi kejadian fatal yang menimpa Anas," tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan