Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
71 Persen Warga Jakarta Tolak Jokowi Nyapres
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga DKI Jakarta tidak setuju Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi ikut dalam pencalonan presiden (capres) 2014. Hal itu menyusul menurunnya kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi dalam menangani permasalahan banjir dan kemacetan di ibu kota. "Menguatnya pesimisme terhadap kinerja dan kapabilitas Jokowi akhirnya berdampak pada tingkat dukungan publik DKI terhadap wacana pencapresan Jokowi," kata peneliti senior Lembaga Survei Nasional (LSN) Dipa Pradipta, di Jakarta, Minggu (9/2/2014).
Menurut dia, lebih dari separuh warga DKI Jakarta tidak menyetujui jika mantan Wali Kota Solo itu maju memperebutkan kursi nomor satu di republik ini.
"Mayoritas publik DKI, 71,2% mengaku kurang setuju jika Jokowi maju sebagai capres pada Pemilu 2014. Hanya 27,5% saja yang menyatakan setuju Jokowi diusung sebagai capres 2014," tandasnya.
Untuk diketahui, survei yang dilakukan pada 10-26 Januari 2014 itu dilakukan pada 790 responden warga DKI usia minimal 17 tahun, melalui teknik pengambilan sampel secara multistage random sampling, dengan margin eror 3,5%.
Selain itu survei dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka dengan kuesioner. Survei dilakukan di lima wilayah administrasi DKI Jakarta.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2804 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun