Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pramono Edhie Sindir Megawati
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Peserta konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo menyindir presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Sindiran tersebut dilontarkannya saat pembahasan kinerja seorang presiden dalam melakukan pembangunan kesejahteraan rakyat. Kebiasaan Mega yang kerap tidak saling salaman dengan kakak Iparnya, Susilo Bambang Yudhoyono, di berbagai acara formal maupun maupun nonformal diutarakan oleh Edhie.
Pramono Edhie yang juga bekas ajudan Mega saat menjadi presiden ini menilai, hal yang wajar jika tidak puas dengan kepemimpinan seseorang tetapi tidak ditunjukan secara tatap muka.
"Sekarang sistem berbeda dari sistem sebelumnya, presiden dipilih langsung oleh rakyat, kekuasan dibagi-bagi, eksekutif, legislatif, yudikatif," katanya dalam Forum Diskusi Dua Mingguan INILAH Demokrasi, Minggu (23/2/2014).
"Jadi memang harus diperbaiki, manusianya, sistemnya tidak salah. Kalau ada salah, koreksi iya betul, apalagi tidak mau salaman," tandasnya menyindir Megawati.
"SBY ini kan jelas (kinerjanya), kalau ada kurangnya iya, membangun negara ini harus berkelanjutan, ratusan tahun, tidak bisa dalam 10 tahun," tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2959 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun